PHP Dev Cloud Hosting

Giliran penghuni Asnab Kamkey kembali tagih janji

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Setelah penghuni asrama mahasiswa Nabire (Asnab) Padang Bulan tagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, kini penghuni Asnab Kamkey Abepura, Kota Jayapura menagih janji pembangunan asrama yang disampaikan oleh Pj Bupati Nabire, dr. Anton Tonny Mote pada tiga bulan lalu.

“Pemda Nabire hanya tahu janji. Janji itu tidak pernah dijawab, kami anggap Pemda Nabire adalah orangtua kami, tapi mereka tidak perhatian sama sekali,” kata Yanuarius Magai, mantan Ketua Asrama Nabire Kamkey, Senin [14/6/2021].

Menurut Magai, bukan hanya Pj Bupati saja yang menjanjikan pembangunan asrama itu, namun pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Isaias Douw seketika masih aktif Bupati pada tanggal 6 Juni 2020.

“Saya dan teman-teman pernah ketemu dengan Bapak Bupati Nabire Isaias Douw di Kantor Bupati Nabire tapi perjanjiannya tidak terealisasi. Kita punya bapak-bapak ini tahunya janji,” kata Magai.

Selanjutnya, angin segar datang lagi oleh Pj Bupati Nabire. Pihaknya masih menunggu apakah akan penuhi perjanjian itu ataukah masih tergantung di tugu Roket depan kantor Bupati Nabire.

“Tahun 2021 ini pak Pj Bupati tepati atau sama dengan kebiasaan Isaias Douw (mantan Bupati). Soalnya setelah Pj Bupati dilantik langsung menuju ke sini (asrama) langsung cek dan nyatakan akan renovasi sampai tuntas. Saya kira masa depan bapak-bapak ini juga ditentukan dengan pernyataan mereka ini,” katanya.

Sekertaris II IPPMMEE Arnoldus Kotouki mengatakan, pihaknya mengalami krisis tempat tinggal di Kota Jayapura sehingga Asosiasi Bupati Meepago segera siapkan tempat tinggal bagi generasi emas Papua.

“Seperti mahasiwa Mee yang tinggal di asrama Uncen dan beberapa asrama diusir. Ini lebih mengganaskan lagi asrama Deiyai belum selesai sepenuhnya dan Dogiyai juga sama,” katanya.

Ia mengatakan, orang-orang bijak selalu berkata bahwa dunia selalu berputar sehingga para mahasiswa yang saat ini krisis tempat tinggal adalah pengganti pejabat yang ada di Papua, lebih khususnya wilayah Meepago.

“Sehingga jangan terlalu fokus dengan politik, tetapi terbuka dengan mahasiswa. Kami adalah pengganti kalian, karena umur dan waktu tidak akan berputar kembali,” ucapnya. [*]

Reporter: Yulianus Magai

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *