Biro Pemuda Kingmi Klasis Kota Jayapura, bangkit untuk masa depan

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Biro Pemuda GKI Kingmi Tanah Papua Klasis Kota Jayapura bertekad bangkit dari keterpurukan untuk masa depan yang cerah.

 

Hal itu terungkap ketika dilakukan ibadah pembubaran panitia seminar dan KKR di Gedung Gereja Kingmi Pos PI Gunung Sinai Organda, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura pada hari Minggu, [14/6/2021].

 

Ketua Biro Pemuda, Mesak Tobai mengatakan, kesempatan pelayanan kepada sesama datang hanya satu kali sehingga berkat dan anugrah Tuhan harus dimanfaatkan sesungguhnya.

 

“Jangan tinggalkan pelayanan. Dan itu desuai dengan motto Departemen Pemuda Kingmi bahwa pemuda bangkit untuk penentu-penentu masa depan. Kejujuran dan buah-buah roh sangat penting dalam kehidupan kita,” kata Mesak Tobai.

 

Pembina Pemuda Klasis Kingmi Kota Jayapura, Pdt. Otoniel Tenouye mengatakan, pastikan hak-hak setiap pribadi dalam kehidupan sehari-hari agar umur panjang ada di tangan kanan tangan kiri adalah kekayaan dan kehormatan.

 

“Ingatlah bahwa saya memimpin diri saya, saya harus memimpin orang, ada yang memimpin saya itu adalah rumus kepemimpinan. Pastikan Allah kita yang sembah itu siapa, kemudian ajaran Gereja Kemah Injil Kingmi Itu jangan lupa,” ujar Pdt. Otoniel Tenouye.

 

Lanjut dia, visi besar yang pernah ditinggal pemimpin besar Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua yakni Almarhum Pdt. Geradus Adii yaitu bebaskan dari kuasa gelap. Menurut dia, Papua sedang dijajah, Papua sedang dijerat, Papua sedang dibudakkan.

 

“Oleh karena itu, kita harus bebaskan diri kita, kita harus bebaskan negeri kita, kita bebaskan dari semua yang kocar kacirkan, mari kita kembali ke Injil Kristus, karena Injil adalah satu-satunya menyelamatkan kita,” ujarnya.

 

Ketua panitia seminar dan KKR, Jonatan Pigome mengatakan, untuk menyukseskan dua kegiatan ini yang sumber-sumber dana yang diperoleh pihaknya adalah aksi pita sebanyak sembilan kali dan sumbangan dari setiap Komisi Pemuda Pos PI dan jemaat.

 

“Kemudian, sumber-sumber uang yang kami dapatkan itu kami bagi dalam dua kegiatan yakni seminar sehari dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Sehingga, kedua kegiatan berjalan dengan baik. Maka pada hari Minggu dan tanggal 14 Juni ini kami melakukan pembubaran panitia,” katanya. [*]

 

Reporter: Yason You

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *