Pendidikan Dasar Peradaban Rakyat Papua

  • Bagikan

Oleh: Marius Goo 

PENDIDIKAN berbasis Papua membutuhkan sebuah definisi yang Otentik. Dalam bahasa Linda Tuhiwai adalah “pengaslian atau pengotentikan”. Pendidikan berbasis Papua tidak lain adalah pendidikan kontekstual Papua. Pendidikan dibangun sesuai keberadaan, kerinduan dan harapan orang Papua. Harapan orang Papua adalah revolusi, transformasi, konstruksi, perubahan semua segi kehidupan yang dapat mengangkat martabat kemanusiaan Papua. Jadi pendidikan berbasis Papua adalah Pendidikan yang dilahirkan karena kemanusiaan Papua dan untuk menolong manusia Papua menjadi berdaya dan berpeluang mengubah situasinya. Untuk sampai pada tingkat ini, semua stakeholder (pemangku kepentingan) sadar akan pentingnya pendidikan dan bergerak untuk membaharui pendidikan di Papua menjadi pendidikan Papua.

Pentingnya Pendidikan

Pendidikan itu sangat penting. Alasan yang mendukung pentingnya pendidikan;

Pertama, tanpa pendidikan tiada masa depan. Hubungan antara pendidikan dan masa depan, yakni dengan pendidikan orang dapat pengetahuan dan dengan pengetahuan yang didapatkan, dapat membangun dirinya, keluarganya, Gerejanya dan bangsanya.

Kedua, tanpa pendidikan orang tidak dapat tahu membaca dan menulis. Hanya dengan pendidikan manusia dapat mengenal huruf hingga isi tulisan dan dari sebuah buku, apa pun bukunya. Juga dapat mengenal angka hingga perhitungan-perhitungan yang rumit sekali pun.

Ketiga, Dengan pendidikan terjadi kemajuan. Kemanujuan segala sesuatu karena buah proses pendidikan atau hasil perolehan kerja budi baik pendidikan formal, informal juga non formal.

Keempat, dengan pendidikan orang dapat mengembangkan IPTek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), sekaligus mengenalnya demi kemanjuan dunia.

Kelima, dengan pendidikan manusia dapat memehami arti pentingnya kemerdekaan dan memperjuangkannya hingga memperebutkannya. Kemerdekaan yang dimaksud tidak hanya merdeka sebuah negara, melainkan arti lainnya adalah kebahagiaan, kehidupan, kesejahteraan dan lainnya.

Pendidikan Papua

Pendidikan di Papua sangat memprihatinkan. Di mana semua stakeholder (pemangku kepentingan) berpangku tangan, tidak sadar, acu tak acu dan masa bodoh dengan pendidikan. Akhirnya, masa depan manusia Papua hampir menjadi buram, tak jelas dan tak Pasti.

Para Pemangku Kepentingan

Yang dimaksud dengan para pemangku kepentingan ialah:

Pertama, Orangtua. Orangtua adalah pendidik paling pertama dan paling dasar. Mereka adalah guru yang pertama kali mengajarkan tentang kehidupan dan bagaimana harus mempertahakan hidup, dengan membarikan kasih sayang yang mendalam. Karena itu, kesuksesan anak, pertama-tama adalah buah pendidikan orangtua.

Kedua, Kaum Pelajar. Kaum pelajar yang dimaksud adalah mereka yang sedang menjalani proses studi secara formal, atau mereka yang sedang menganyam pendidikan, dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi. Kesadaran akan pentingnya pendidikan (ilmu) harus wajib ada dan diperjuangkan.

Ketiga, Kaum Terpelajar. Kaum terpelajar yang dimaksud adalah mereka yang telah menamatkan pendidikan, atau yang berperan penting dalam membangun dan mengembangkan pendidikan. Mulai dari instansi Pendidikan (Dinas Pendidikan), hingga yang menjalankan roda pendidikan di sekolah-sekolah.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan membangun pendidikan di Papua adalah penting. Terlebih mereka yang menjadi tenaga-tenaga pendidik, harus wajib hadir membangun dan mengembangkan pendidikan di Papua. Para pendidik di Papua harus wajib berkorban untuk pendidikan. Pendidikan adalah pondasi peradaban bangsa manusia, di mana pun.

Pendidikan di Papua harus berbasis Papua. Yakni Pendidikan humanistis. Memanusiakan manusia Papua. Ialah menyadarkan kemanusiaan Papua dengan segala kondisi-kondisinya. Selanjutnya, menstimulus untuk mengembangkan daya-daya agar bangkit, bergerak dan berjuang untuk memerdekakan ketertindasannya.

*] Penulis Dosen STK Touye Paapa, Deiyai

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *