PHP Dev Cloud Hosting

Titus Pekei: Uskup Agung Merauke diincar bom dalam Noken, benarkah?

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Penggali Noken Warisan Budaya Tak benda [WBTb] Titus Pekei menyoroti Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C diincar dengan bom yang diisikan dalam tas [Noken] dicurigai oleh oknum teroris.

 

Pekei mengatakan, jika ada isu bom disisi dalam Noken [tas] harus dibuktikan dengan benar. Pasalnya Noken merupakan perekat hidup manusia entah siapa manusia itu.

 

“Teroris membawa tas [bahasa warisan dunia adalah Noken] yang sedang ramai dalam pemberitaan cetak dan elektronik. Ini terjadi antara rekayasa dan fakta? Ada rekayasa demi tujuan tertentu. Apabila ada saksi mata berdasarkan fakta pemberitaannya, maka Uskup Agung Merauke mesti jujur dalam menyikapi hal ini. Uskup Agung Merauke mesti sampaikan pernyatan setimpal dan obyektif demi keselamatan umat, gereja di tanah Papua,” ungkap Titus Pekei kepada wagadei.com melalui selulernya, Senin, [7/6/2021].

 

Menurut Pekei, dalam ilmu pengetahuan warisan budaya dunia, Noken adalah mentalitas bangsa orang asli Papua. Pada 4 Desember 2012 diakui menjadi warisan budaya takbenda atau warisan dunia. “Berarti Noken multifungsi adalah milik komunitas kebudayaan dunia,” ucapnya.

 

Ia meminta agar diungkapkan ke publik antara orang yang datang mencari kos di Keuskupan Merauke, dalam tasnya membawa bom, lalu siapa yang dicurigai dan apakah sudah melihat benar dalam tas itu bom atau barang keperluan pribadinya.

 

“Demi keselamatan gereja, dan umat Tuhan di tanah Papua maka Uskup Keuskupan Agung Merauke sebagai pimpinan agama Katolik harus setimpal dan seimbang,” ucapnya.

 

Pekei mengatakan, cita-cita mengundang Paus sebagai pimpinan agama Katolik dunia pun tidak menjadi polemik yg menakutkan bagi umat dan pimpinannya.

 

Uskup Agung Keuskupan Agung Merauke, Mgr. PC Mandagi MSC mengatakan, dirinya bakal mengundang Paus Fransiskus hadir di Keuskupannya.

 

“Tapi syaratnya kehadiran Paus Fransiskus di Merauke itu dimungkinkan jika Wilayah Papua Selatan menjadi Provinsi tersendiri,” ujar Mandagi belum lama ini.

 

Undangan ini dikatakan sebagai bentuk kontribusinya untuk menyelesaikan masalah Papua dengan cepat, damai, tanpa dendam dan dalam ikatan NKRI. [*]

 

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *