PHP Dev Cloud Hosting

Natalius Pigai tegaskan lebih baik baca berita Jubi Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Aktivis kemanusiaan Indonesia, Natalius Pigai menegaskan untuk mengetahui secara benar dan berimbang dalam pemberitaan terkait kasus penembakan terhadap warga sipil di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua maka disarankan semua pihak wajib membaca portal berita Jubi Papua.

Hal itu dikatakan mantan Komisioner Komnas HAM Republik Indonesia ini menanggapi pemberitaan di salah satu media nasional edisi Jumat, (4/6/2021) dengan judul berita “KKB tembak mati satu keluarga di Ilaga Papua”.

Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai membantah adanya kabar penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau teroris terhadap satu keluarga di Ilaga Papua.

“Orang Papua dibunuh media mainstream pembersih kejahatan. Saya menyarakan agar media pemberitaan tidak bertanya kepada KKB dan lebih baik baca ‘Jubi Papua’,. Media jangan jadi alat propaganda yang jahanam. Sekali lagi saya sarankan baca ‘Jubi Papua’,” ungkap Natalius Pigai kepada wagadei.com via pesan WhatsApp, Sabtu, (5/6/2021).

Dalam kasus tersebut, Natalius mengaku tidak membela pihak manapun, baik KKB atau aparat keamanan.

“Tempo tidak perlu tanya KKB, tanya semua aktivis kemanusiaan di Papua, pasti punya dokumen kredibel,” kata Pigai.

Aktivitas kemanusiaan ini menegaskan,  penembakan di Ilaga dilakukan oleh Nemangkawi. Ia pun berani membuktikan dengan video yang dimiliki oleh aktivis kemanusiaan.

“Semua aktivis kemanusiaan punya bukti video (otentik) Pasukan Nemangkawi yang tembak tiga orang, termasuk Kepala Desa dan dua lainnya luka-luka,” tegasnya.

Ia bahkan menuduh Satgas Nemangkawi telah menyebarkan berita tidak benar karena menyebut penembakan dilakukan oleh KKB.

“Satgas Nemangkawi sebar Berita tidak benar,” ujarnya.

Dilansir Tempo, Juru Bicara Satgas Nemangkawi Komisaris Besar M. Iqbal Alqudusy mengatakan, satu keluarga yang tewas ditembak mati itu adalah keluarga dari Kepala Desa Nipurlema Petianus Kogoya.

“Korban masih belum bisa dievakuasi karena masih terjadi kontak tembak di sekitar Bandara ilaga Papua,” ujar Iqbal melalui keterangan tertulis pada Jumat, 4 Juni 2021.

Ia menegaskan, pihaknya mengklaim pelakunya adalah KKB. “TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Iqbal.

Sementara jubir TPN – PB Sebby Sambom membantah tuduhan itu, ia menyebut aparat kemanan harus bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Sebby mengatakan, kali ini penembakan bermula saat rombongan TPN-PB di bawah pimpinan Lukius Murib bertemu dengan Muhammad Arfin, seorang ajudan Bupati Kabupaten Puncak Papua  bersamaan dengan salah satu anggota inteljen Bupati.

Ketika itu keduanya sedang mengambil seekor babi di Kampung Hermaga, Distrik Homukia guna acara bakar batu.

“Lukius sudah lama mengenal mereka itu, entah ajudan Bupati Puncak maupun inteljen maka langsung tembak ajudan Bupati Puncak dan beberapa orang berlarian,” kata jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom. (*)

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *