Victor Yeimo adalah aktivis kemanusiaan, Bebaskanlah!

  • Bagikan

Oleh: Damoye N

JURU Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat [KNPB], Victor Yeimo [37], ditangkap Satgas Nemangkawi pada 9 Mei 2021 pukul 19.15 WP di Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Victor Yeimo adalah aktivis pro-kemerdekaan dan memegang jabatan juru bicara internasional Petisi Rakyat Papua [PRP]. KNPB muncul sekitar tahun 2008 sebagai organisasi penyelenggara demonstrasi massa di sekitar Papua Barat dalam rangka menuntut referendum di West Papua dan mengenai status politik Papua Barat. KNPB juga mendukung prakarsa International Parliamentarians dan International Lawyers for West Papua [IPWP dan ILWP].

Victor tak tahu apakah demonstrasi saat itu telah mengantongi izin atau tidak dari aparat. Ia juga tak tahu apakah ada konsolidasi pra-aksi. Dalam kesempatan itu dia hanya berstatus peserta demo.

“Kapasitas saya sebagai peserta dalam kegiatan aksi demo rasisme pada 19 Agustus 2019 dan dalam aksi tersebut saya tidak mewakili organisasi KNPB”, kata Victor.

Victor Yeimo lelaki asli Papua kini jadi aktivis kemanusiaan yang adil dan beradab. Ia langkah atas mandat rakyat Papua, Jakarta tak punya niat tangkap VY tanpa asas yang jelas dan bukti yang benar. Jakarta dibawa pimpinan Jokowi Dodo masih mau “tangkap” aktivis kemanusiaan di seluruh Indonesia, korbankan kemanusiaan sebagai tumbal kepentingan segelintir elit borjuis birokrat di Jakarta.

Victor Yeimo bukan orang baru, ia berada di tengah-tengah rakyat Papua. Victor sebagai seorang revolusioner Fanon menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi terus menerus tersebut adalah dengan menghapuskan penjajahan itu sendiri. Sebab, penjajahan adalah akar dari konflik-konflik tersebut.

Jakarta seharusnya berperan aktif sesuai amanat UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan diatas dunia dan ikut menciptakan perdamaian dunia, akan tetapi negara minta aparatnya untuk diskriminasikan terhadap aktivis. Ada apa? Penulis bertanya saat ini nurani kemanusiaan dimana saat yang terjajah berjuang membela diri [self-defence] untuk membebaskan diri dari segala ancaman. Bangsa Papua butuh tindakan nyata atas darurat kemanusiaan bukan butuh tangkap dan ditangkap.

Victor Yeimo harus Bebas tanpa Syarat!

Bangsa Papua harus bebas, Manusia harus bebas dahulu, baru damai sejahtera itu bisa terwujud. Sekali lagi, hentikan penangkapan terhadap aktivis terutama VY. Jangan korbankan kemanusiaan demi kekuasaan ekonomi politik segelintir elit birokrat, segera bebaskan VY dan tahanan lainnya di Papua.

Perlindungan terhadap Aktivis dan Pembela HAM di Indonesia sangat minim, soal itu sangat disayangkan. Wilayah Indonesia timur ‘Papua’, memang ingin pisah diri dari NKRI karena ketidakadilan dan pembungkaman.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Mathius Fakhiri “segera bebaskan VY tanpa syarat! Mengapa ia tangkap dan dipenjarakan bahkan dituduh terlibat dalam demonstrasi rasisme 2019 lalu”. Hal itu, Yeimo suda jelaskan saat ia menjalani pemeriksaan di Polresta Jayapura.

Saat itu, ia ditangkap sewenang-wenang oleh Satgas Nemangkawi, Oleh karenanya, penulis juga sekali peduli kemanusiaan meminta segera bebaskan Victor Yeimo karena tidak bersalah, ia adalah lentara kecil yang berdiri diantara rakyat jelata dan ia adalah satu-satunya harapan rakyat Papua dari sekian banyak.

Saya menambahkan sedikit lagi karena memandangi situasi kebelakangan ini banyak aktivis ditangkap dan dipenjarakan sewenang-wenang, seperti Roland Levi dan Kelvin Molama maka kedua aktivis juga bebaskan tanpa syarat.

Pada umumnya tapol yang ada di tanah Papua, bahkan di tanah Jawa dan lain-lain, mungkin seharusnya kita bisa dibebaskan karena kita juga punya hak untuk berekspresi di depan muka umum, sampaikan pendapat.

*] Penulis adalah peduli kemanusiaan Papua.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *