PHP Dev Cloud Hosting

Papua “Bangun Gerakan” Mendapatkan “Seribu Sehari”

  • Bagikan

Oleh: Marius Goo

EKONOMI itu sangat penting bagi kehidupan manusia. Orang Papua juga sangat penting. Sejauh Ekonomi dikendalikan oleh orang lain, hidup pun dikendalikan oleh orang lain pula. Ada banyak istilah tentang perekonomian, misalnya: ekonomi makro, ekonomi mikro, dan lain sebagainya. Setidaknya, melalui tulisan ini, hendak dibangun sebuah kesadaran tentang pentingnya ekonomi. Sehingga, setidaknya orang Papua memilih kemampuan mendapatkan uang, sekaligus mengelolah keuangannya sendiri, baik pribadi, juga keluarganya. Di mana keluarga tercukup kebutuhan dasar, yakni sandang, pengan dan papan, sekaligus hidup tidak menjadi benalu bagi sesama yang lain.

Pentingnya Uang

Uang itu sangat penting. Uang itu kebutuhan mendasar. Tanpa uang tidak dapat melakukan apa-apa. Kalimat-kalimat ini sering dilontarkan oleh orang yang ingin kaya. Uangkapan ini bukan karena pelit atau tidak mau berbagi dengan orang. Namun karena, ia mengadari betul bahwa memang segala sesuatu saat ini diuangkan. Bahkan, tempat membuang air sudah diuangkan, belum yang lain lagi. Di kota, ketika berada di toko, mall,supermarket, di bandara atau tempat-tempat umum lainnya, harus dibayar. Tempat tinggal, makan dan minum harus dibayar. Semua serba membayar. Jika tidak ada uang tidak bisa membayar. Jika tidak dapat membayar, tidak dapat makan, minum, pakaian, bahkan tidak dapat membuang air. Di kota-kota besar parkir saja harus dibayar. Benda yang dianggap sampah pun diangkan. Karena, itu hidup serba uang. Saat ini, nyawa dan uang seolah-olah menjadi sama nilai. Hanya dengan yang hidup manusia dapat diperpanjang.

Dapat Uang: Kerja!

Perlu disadari oleh semua orang Papua bahwa mendapatkan uang itu sangat susah. Apalagi di kota-kota besar yang segala sesuatu diuangkan. Hidup tidak ada yang gratisan. Hidup berbelas kasih pun tidak dapat ditemukan.

Uang itu susah dicari dan didapatkan. Untuk mendapatkannya, harus berpikir (putar otak) seribu kali lipat. Hidup yang saling manja tidak pernah mendapatkan uang yang besar. Akan terbentuk mental minta-minta, bergantung dan tidak mau bekerja. Hanya  tidak punya otaklah yang jatuh miskin di tanah yang kaya raya.

Memiliki tanah adalah modal paling pertama dan utama. Orang Papua tidak kaya: tidak memiliki mobil yang mewah, ruko, mall, hotel, rumah yang mewah, modal yang ada hanya tanah. Dengan memiliki tanah, orang Papua dapat memperpanjang hidup dari kemiskinan, pengingkiran, kemelaratan, busung lapar dan bahkan kematian. Memiliki sama artinya dengan memiliki harkat dan martabat. Orang Papua tanpa tanah sama artinya dengan kematian. Pertahanan terakhir dari hidup bagi orang Papua, hanya tanah. Tanah bergeser ke tangan orang lain, hidup orang Papua pun bergeser ke dunia lain.

Upaya untuk memperpanjang tanah adalah mengelolah tanah. Bekerja membolak-balik tanah adalah satu-satunya cara mendapatkan uang, sekaligus memperoleh nafkah demi kelangsungan hidup. Manusia dapat hidup hanya di atas tanah. Mengusahakan dan mendapat uang pun jika mengolah tanah pusaka yang dimiliki. Tunas-tunas yang keluar di kebun adalah “pohon uang”. Uang ada di tanah, yakni di tanah yang dijadikan kebun. Tanah dapat diartikan dengan nyawa, di lain sisi toko, ruko, mall, supermarket, minimarket, kekayaan pribadi yang tak dapat diganti dengan apa pun.

Mendapatkan uang harus kerja. Kerja adalah cara paling tepat dan paling ampuh menjadi kaya. Bekerja tanpa membeda-bedakan (pilih-pilih). Pekerjaan kasar maupun halus, pekerjaan berat maupun ringan harus dikerjakan demi kehidupan. Karena tidak ada hidup yang gratisan. Hidup itu keras dan berat, maka kerja juga harus keras dan kuat. Kerja secara teliti, tekun dan penuh kesabaran. Kerja harus rajin dan tidak putus asa. Apa pun pekerjaan, jadikan sebagai mendapatkan “seribu sehari”, bukan mengeluarkan “seribu sehari” tanpa dimiliki (utang).

Hidup Hemat

Uang yang diperoleh dengan kerja harus gunakan sehemat-hematnya. Hindari hidup boros. Hidup harus penuh perhitungan. Orang Papua sudah saatnya mempelajari watak kapitalis dan para pebisnis.

Uang yang didapatkan pun karena kerja keras, banting tulang, maka dikeluarkan pun harus punya perhitungan yang matang. Membeli sesuatu kerena sangat penting, kabutuhan yang tidak boleh ditiadakan. Bukan karena gengsi, suka tidak suka, sekang tidak senang dan mau memamerkan sesuatu. Uang yang diperoleh tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk besok lagi dan besok lagi.

Hidup hemat yang dimaksud adalah:

Pertama, Tidak belanja karena Gensi. Membeli segala sesuatu bukan karena gensi untuk memamerkan di sosial media atau karena mau mengikuti trend. Belanja karena kebutuhan dan demi keberlangsungan hidup baik sandang, pangan maupun papan.

Kedua, Tidak tumbuhkan keinginan-keinginan palsu. Menumbuhkan keinginan-keinginan palsu akan membuka peluang untuk hidup tidak hemat atau hidup boros. Keingina-keingin palsu akan mengantar untuk ingin mau beli apa saja. Lihat satu benda ingin beli, yang satu ingin dibeli, lain lain ingin dibeli. Akhirnya, kantong  menjadi kosong. Keinginan yang banyak membuat sulit mengetahui mana yang terpenting dalam hidup.

Ketiga, Tidak main judi. Orang yang berjudi dapat menghabiskan uang dalam waktu sekejab. Bahkan seluruh barang miliknya dapat digadaikan demi permainan judi. Berjudi semakin membuat orang kecanduan.

Keempat, Tidak minum alkohol. Dengan meminum alkohon (minum minuman keras: miras) membuka sebuah lubang besar mengeluarkan uang. Dapat saja banyak uang keluar di lubang ini karena otak terganggu. Apa lagi ketagihan, hampir semua uang habis untuk membeli minuman karena, atau saat minum uang-uang hilang. Akhirnya, setelah sadar kembali menyesal karena semua uang habis.

Menjadi Kaya di Tanah Sendiri

Menjadi kaya di tanah sendiri harus menghindari hidup boros atau hidup tidak hemat. Hidup hemat adalah:

Pertama: Bekerja untuk mendapat uang. Untuk mendapatkan uang bekerja itu sangat penting. Seperti di atas, tanpa kerja tidak akan dapat uang. Uang pun tidak dapat datang sendiri tanpa kerja. Kerja adalah satu cara terbaik untuk mendapatkan uang. Mendapatkan uang yang berlebihan tanpa kerja adalah pembunuhan diri atau ketidak-percayaan diri atas kemampuan diri untuk mencari dan mendapatkan uang.

Kedua, Uang yang didapatkan digunakan secara baik. Menggunakan uang yang dimiliki (didapat) secara baik dan benar merupakan hak terpenting menjadi kaya. Hidup tidak menghambur-hamburkan uang, tetapi diperhitungkan. Artinya, uang digunakan seperlunya, atau karena perlu atau juga karena kebutuhan dasar.

Ketiga, harus mampu menabung. Jika memiliki uang, sebagian harus disisikan untuk menabung. Uang yang dimiliki juga untuk keperluan masa depan. Karena itu, sebagian harus disimpan dan menabung di bank adalah cara yang paling tepat untuk menghindari kehilangan atau kecurian.

Hidup hemat yang dimaksud adalah hidup objektif. Artinya, hidup tidak boleh dipaksakan. Hidup pas-pasan sesuai pendapatan. Jika pendapatan rendah jangan bergaya seperti orang kaya. Atau jika orang mikin, jangan berlagak seperti orang kaya. Akui kemiskinan dan keterbatasan dan hidup apa adanya lebih membahagiakan, daripada miskin tetapi hidup banyak bergaya-gaya dan berfoya-foya karena menjual tanah, batu, pasir atau kayu.

Mendapatkan uang secara positif hanya dengan kerja. Kerja dapat mengembangkan status sosial menjadi lebih tinggi, lebih berada. Misalnya dengan bertani di kebun, juga berternak apa saja. Hanya dengan cara ini, orang Papua menjadi kaya di atas tanah sendiri dan sekaligus dapat bersaing dengan masyarakat pendatang. Uang dapat menyelesaikan masalah, apa pun masalah.

*] Penulis adalah Dosen di STK Touye Paapa Deiyai, Papua.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *