PHP Dev Cloud Hosting

“Membebaskan” Remaja Papua dari “Perbudakan Media”

  • Bagikan

Oleh: Marius Goo

BUDAYA kontemporer menjadi permasalahan yang perlu diingkatkan solusinya. Mengingat kecepatan penggunaan media yang masih ketinggalan zaman dan memperbudak. Penggunaan media bertepatan dengan penggunaan ponsel di seluruh dunia dengan ekspansi ketersediaan internet mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Saat ini internet menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan hand phone pada remaja, sehingga sebagian besar anak muda memiliki hand phone sendiri. Anak-anak remaja yang memiliki hand phone, bagimanapun menghabiskan lebih banyak waktu dengan peralatan teknologi yang mereka miliki. Untuk mereka yang menggunakan alat teknologi perlu didampingi oleh orang tua, agar terhindar dari pengaruh buruk yang mempengaruhinya.

Internet

Internet pertama kali digunakan oleh militer pada tahun 1960. Militer menggunakan teknologi dalam sistem komunikasi saat perang nuklir. Saat itu menyebabkan perkembangan jaringan, yakni komputer yang satu dengan yang lain dihubungkan.

Internet diperluas dalam berbagai komunikasi. Diawali dengan Uniset, di mana orang bisa mengirim informasi. Pada akhir tahun 1980, tumbuh pengakuan dari para akadamis. Akhirnya, pada tahun 1989 diciptakan World Wide Web [www] yang menetapkan standar universal dan memungkinkan pengguna menghubungkan dokumen melalui hypertext. Instalasi kabel melalui seret optik pada tahun 1990 memungkinkan jaringan televise memanfaatkan teknologi internet dengan menyediakan belanjan online dan video game. Perkembangan internet yang makin cepat dan tak terkendali membuat kaum remaja masuk dalam cyber culture [budaya online].

Remaja Papua

Yang dimaksud dengan remaja Papua adalah mereka yang memasuki usia 14-19 tahun. Mereka, dari Sorong hingga Merauke sedang terjajah dan kehilangan masa depan tanpa di sadari. Di mana pada usia ini memiliki keterikatan emosional yang mendalam pada alat teknologi. Usi ini penuh kecanduan. Mereka yang selalu sibuk dengan fitur-fitur, aplikasi-aplikasi, ikon-ikon dan link-link dalam internet. Mereka alpa dengan situasi real, atau dunia nyata.

Media pada dirinya tidak berdampak negatif atau juga positif. Dia adalah alat, ada sebagaimana ada. Dampak dari Internet, baik positif maupun negatif akan terlihat bagaimana para pengguna menggunakannya.

Penggunaan Media secara Negatif

Penggunaan media dikatakan negatif jika pengguna media, menggunakan secara salah, yakni:

Pertama, hanya hiburan semata. Dalam banyak kasus, remaja Papua menggunakan internet hanya hiburan semata. Karena itu, hampir semua remaja menyimpan aplikasi games dalam hand phone. Karena itu, dari bangun pagi hingga tidur malam, alat virtual di tangan dan tak pernah dilepaskan dari tangan, untuk menghibur diri dan menghilangkan rasa stres dan depresi atas kenyataan. Hiburan sebagai pengalihan kenyataan diri yang tidak mampu, tidak kuat dan tidak professional.

Kedua, Tidak mengenal Waktu. Para remaja Papua bagitu ketagihan terhadap alat teknologi. Terlihat “tiada kehidupan tanpa internet”. Karena itu sering sampai ke tingkat over involvement, dan selanjutnya ke tingkat patalogis yakni menjadi kecanduan.

Ketiga, Menyebarkan isu Hoaks. Penggunaan Internet secara salah membawa manusia pada tingkat konflik, tercipta keretakan hubungan-hubungan sosial. Remaja Papua pun ikut terpengaruh dalam mengembangkan isu-isu hoaks. Di sini, anak Remaja Papua kehilangan fokus untuk mempelajari nilai “kenyataan dan Kebenaran”. Remaja Papua kehilangan arah juang, antara memperjuangkan kebenaran atau ikut terhanyut dalam mengembangkan kebohongan.

Keempat, Tempat pelampiasan Masalah. Remaja Papua [baik pria maupun wanita], menjadikan internet [media sosial] sebagai tempat pelampiasan masalah. Sedikit mendapatkan tantangan [masalah] dipostting. Masalah yang paling privat [tidak perlu diketahui oleh orang lain] pun dipasang di dinding-dinding facebook, Instagram, status, dan lain-lain. Dianggap bahwa memuat masalah di media-media sosial merupakan suatu solusi.

Kelima, Tempat mengakses dan mengonsumsi Pornografi dan Pornoaksi. Remaja Papua menggunakan Internet untuk mencari dan mengosumsi perilaku tidak terpuji, yakni mencari dan menonton pornoaksi dan pornografi. Perilaku ini sangat tidak terpuji dan membunuh karakter dan masa depan Papua.

Penggunaan Media secara Positif

Remaja Papua yang menggunakan Media secara positif di antaranya:

Pertama, mewartakan Kebenaran. Remaja mewartakan kebenaran artinya mewartakan ideologi yang benar [universal], yakni memperjuangkan nilai kebenaran, keadilan, kedamaian, keselamatan dan kehidupan; sekaligus melawan nilai-nilai lain yang menjajahnya.

Kedua, mencari dan memberitakan informasi akurat. Internet dijadikan untuk mencari informasi yang akurat dan benar, sebagai pengembangan intelektual dan kedewasaan diri, sekaligus memberitakan informasi yang tepat demi menghormati harkat dan martabat manusia.

Ketiga, memperjuangkan sebuah kebenaran. Internat menjadi sarana terbaik untukmemperjuangkan kebenaran. Untuk memperjuangkan kebenaran perlu pengetahuan yang benar dan penalaran yang logis. Di mana pemberitaan di dunia maya akan menjadi konsumsi semua pengguna internet yang melihatnya. Kebenaran dan kelogisan pemberitaan informasi penting untuk menghindari hoaks dan pertanyaan lanjutan yang membingungkan.

Keempat, mengembangkan diri. Remaja Papua harus melihat internet sebagai sebuah wadah [saarana] untuk mengembangkan diri, bukan membunuh atau mematikan diri. Internet menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan. Karena itu, internet harus dijadikan sebagai tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pribadi demi pertumbuhan dan pengembangan diri demi masa depan yang lebih baik.

Membebaskan remaja Papua dari perbudakan media sosial tidak lain adalah dengan memberikan penyadaran yang tepat tentang media sosial. Membuat para remaja menggunakan media sosial secara bijak dan terpuji. Yakni para remaja Papua menjadikan Internet [Media Sosial] sebagai sarana yang terbaik untuk mencapai masa depan yang lebih baik, lebih merdeka dan lebih membahagiakan. Alat teknologi yang canggih menolong manusia Papua untuk lebih berkembang, lebih maju dan lebih merdeka, bukan sebalinya.

*] Penulis adalah dosen di STK Touye Paapa Deiyai

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *