Rindu belum usai, Pupus cinta Wartawan

  • Bagikan

Oleh: Damoye N

SESINGKAT judul cerita, serapih tumpukan kertas, sebersih langit biru, sebening air hujan. Ku titipkan salam untuk-Mu, yang pergi tanpa kepastian, meninggalkan-Ku sebab pelarian. Perihal luka yang amat dahsyat, itu tak membuatku membencimu. Tidak menyalahkanmu, bahkan sebaliknya! Saya sangat berterimakasih dan maaf.

Terimakasih kamu pernah indah dan maaf saya mengecewakanmu. Tentang apa yang kamu berikan di masa lalu, dimana hanya ada saya dan kamu. Tanpa Dia. Jelas teruntuk Kamu, inilah secoret kalimat berparagraf hanya untuk kamu. Untuk yang pernah saya mau. Sekali lagi Terimakasih. Saya titipkan lagi simpan saya dalam memorimu, memori kenanganmu. Kenanglah sampai akhir hayat.

Merajut kasih dengan seorang pewarta berita atau wartawan memang tidak mudah. Banyak hal-hal mengejutkan yang akan dirasakan, kadang bikin “makan hati” kadang juga bikin bangga. Jam kerja wartawan yang tidak tepat, risiko pekerjaan yang tinggi, kenalan yang banyak sampai dengan lokasi kerja [liputan] yang sulit ditebak pasti membuat siapa saja yang merajut kasih dengan wartawan harus memiliki mental kuat. Wartawan memang tepat didampingi seorang kekasih yang ikhlas dan tabah dengan semua rutinitasnya mengingat, profesi wartawan merupakan mata dan telinga masyarakat.

Di balik seluruh cerita kasih dan kejutannya, 5 hal dibawah ini pasti pernah atau sedang kamu alami jika punya pacar seorang wartawan. Ditinggalkan secara mendadak ini adalah hal yang paling sering dialami pacar dari wartawan. Sudah susah-susah atur jadwal ketemuan, tiba-tiba ditinggalkan begitu saja karena ada tugas dadakan. Kalau sudah begitu, artinya kamu harus ikhlas duduk sendiri di cafe atau warung kopi sambil menyeduh sendiri kopi yang sudah dipesan.

Rindu sebatas waktu!

Rindu belum usai maka rindu berseru “Jika maafmu menghapus kesalahanku, hanya satu yang saya pinta: jadikan saya sebagai rembulan dan mentarimu, menjadi penghapus kegelapan yang selalu menghantuimu”.

Rindu itu lingkaran tak berujung disetiap waktu, saya bukanlah sosok yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Virus-virus kotor telah menyebar dalam ragaku. Saat masih menapak didunia malam, diriku tak kuasa menolak godaan yang begitu menggairahkan. Jarum suntik telah merajam seluruh pembuluh darah, menerbangkan angan pada kesenangan sesaat. Bukankah jaga hati kepada lelaki yang dicintainya itu. Apa peristiwa perjumpaan itu dilupakan begitu saja?

Untukmu, yang pergi tanpa pamit dan permisi! Kau memandang saya rendah (hina) lantaran pekerjaan yang tiap hari hanya keluarkan tinta dari dalam pena. Saya wartawan, ya! kerja hanya memburu berita tanpa punggut upah atau gaji. Saya sadar, cantik membutuhkan biaya begitu mahal melampaui batas pendapatan. Jadikanlah seperti yang kamu inginkan karena kamu yang memiliki satu kehidupan dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Intuisi dalam hati tak sampai

Setiap orang sebenarnya muda mengembangkan intuisi dalam hati, asal mau membiasakan diri. Coba memperhatikan, mencermati, dan merasakan getaran dalam hati paling dalam yang tak bisa dipungkiri dan ditolak. Mengirim getaran sinyal ke dalam hati pada detik-detik pertama, selanjutnya terletak pada imajinasi yang akan mendominasi akal budi manusia. Imajinasi tidak bisa meyakini karena memuat segala angan dan khayalan keinginan jasad, sedangkan getaran intuisi dalam hati disebut sebagai hati nurani.

Ditengah kebahagiaan, kau hancurkan hati anak manusia yang berani dan gagah mewartakan kabar ditanah ini. Kau jemur saya dibawah terik matahari dengan memandikan air mata bukan dengan air keringat. Sedih menyelimuti hari-hariku, rasakan semua peduli untuk ironi tragedi.

Penggunaan terimakasih dan membuang keluhmu dalam menghadapi setiap cobaan karena cobaan adalah bahwa anda mengalami sebagai proses pemuliaan. Paham yg didasarkan pada kepercayaan bahwa manusia secara umum tidak berarti dan tidak masuk akal (absurdisme), dimana letak akal sehat untuk menjaga hati orang yang berlindung kepada seorang sebab ada tertulis masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan impian.

Senang, bahagia, hingga kelak kau akan mati, akal dan pikiranku tak selalu kotor, membuka mata hati demi sebuah cita-cita, melangkah pasti, pena dan tinta berbicara. Dalam tulisan ini, saya sebagai bintang hiburan dan terus melayang, tak heran kau terbalut label mewah, memang layak puji namun saya angkuh namun mimpi berbicara bahwa kau kekasihku.

Cinta Wartawan pupus karena miskin!

Saya tidak ingin kaya, saya tidak mau hidup berfoya-foya, saya tidak mau mobil dan pesawat mewah, saya tidak mau uang milyaran, cukup jadi pewarta berita walau kata orang wartawan komisinya (upah/gaji) tidak besar, tidak cukup untuk beli barang berharga.

Saya mau jadi wartawan, kekasihku! Hidup bukan soal uang atau kekayaan. Hidup adalah hidup ketika kau menyadari begitu banyak dimensi perbedaan. Ada yang tinggal di gubuk reyot makan pindang tapi merasa kecukupan. Ada yang tinggal di rumah mewah tiap makan di restoran tapi tidak tahu apa itu kebahagiaan, yang penting bisa senang-senang dan menyala ditengah darurat kemanusiaan. “Wartawan, memang miskin harta tetapi memiliki keindahan yang luar biasa. Menurutku, soal cinta bukan soal kaya dan miskin, kekasihku”,

Seperti yang saya tulis tadi, saya mau jadi wartawan, Saya bisa jadi orang kaya, orang gila, orang miskin, orang aneh, bahkan orang terburuk di muka bumi. Saya mau jadi wartawan. Saya bisa jadi sombong karena merasa dapat menyelami berbagai rupa kehidupan.

Memang sulit jadi kekasih wartawan sebab tugas wartawan tak mengenal waktu (mendadak), contoh seperti panggil saat keluarga bersantai akhirnya ia rela tinggalkan keluarga dan banyak resiko yang harus tanggung sendiri.

Menurutku, Pupus cinta ini wajar karena kekasih seorang wartawan harus kuat iman bukan lemah iman dan putus kesadaran. Hidup bukan berawal dari egois tapi kesabaran.

Saya memotivasi para pembaca budiman bahwa “Ketika seseorang yang sangat belarti untuk pergi, jangan terus bersedih. Anda akan kehilangan harga diri dan lupa bahwa anda juga sangat belarti”.

Wartawan itu lebel miskin

Tak heran ragaku terbalut label miskin! Bukankah asal kehidupan ini juga karena cinta sang pencipta alam semesta tercipta cinta-Nya. Setiap takdir dituliskan karena cintaNya pula. Cinta adalah keteguhan hati yang ditambatkan pada kemanusiaan yang menghubungkan masa lalu dengan kini dan masa depan. Hati yang tulus mencintai, tak rela untuk bertahan, takkan menyerah untuk berjuang karena dia percaya bahwa pasti takkan mengecewakan hati orang yang berlindung kepadanya.

Saya tahu, saya sudah menahan sekian lama. Batinnya pasti sudah membuncah melihat keganjilan demi keganjilan biarlah mungkin ini sudah saatnya berpisah. Saya tidak bisa menolak permintaannya, mau tidak mau harus terima kenyataan ini.

Soal bicara tentang wartawan unik dan menarik saja, sebenarnya tidak boleh beri label miskin, pelabelan ini saya tidak tersinggung juga tidak membuat marah kerena memang saya “miskin harta kaya ilmu”,

Penulis menciptakan 5 hal yang bakal kamu alami jika pacaran dengan Wartawan

1. Ditinggalkan secara mendadak

Ini adalah hal yang paling sering dialami pacar dari wartawan. Sudah susah-susah atur jadwal ketemuan, tiba-tiba ditinggalkan begitu saja karena ada tugas dadakan. Kalau sudah begitu, artinya kamu harus ikhlas duduk sendiri di cafe atau warung kopi sambil menyeduh sendiri kopi yang sudah dipesan.

2. Telepon sering sibuk

Hal kedua yang mengesalkan adalah, telepon seorang wartawan sering sibuk. Tapi jangan curiga dulu, pastikan dulu lagi menerima telepon nara sumber atau ditelpon redaktur karena tugas dadakan.

3. Bikin was-was

Waktu hingga tempat kerja wartawan yang tidak tepat memang bikin khawatir. Apalagi sedang ditugaskan untuk meliput kejadian perampokan, korupsi, pembunuhan, kebakaran tengah malam, dan kriminal lainnya, pasti bikin was-was.

4. Mudah akses semua tempat

Di balik seluruh cerita mengesalkan jika memiliki pasangan seorang wartawan, ada hal yang justru membahagiakan yang bisa dirasakan jika pacaran dengan wartawan. Kamu dengan mudah mengakses seluruh tempat, baik untuk menonton konser band favorit, nonton bola secara langsung, atau ketemu dengan pejabat-pejabat yang sibuk.

5. Bikin bangga

Sisi lain dari profesi wartawan adalah membanggakan. Coba bayangkan, seorang teman atau keluargamu sedang membaca berita di koran dan itu ditulis oleh kekasihmu. Atau kamu dan keluarga sedang menonton siaran berita di televisi dimana penyiarnya adalah kekasihmu. Belum lagi jika sedang jalan-jalan di keramaian, kekasihmu dengan mudah disapa oleh seorang pejabat negara/daerah, pastilah ada rasa bangga berpasangan dengannya.

Wartawan memang terbiasa dengan isu-isu yang tengah hangat. Baik itu urusan politik, kebijakan pemerintahan, laju pertumbuhan ekonomi, dampak sosial dari sebuah kebijakan sampai dengan tersangka baru kasus korupsi. telingamu harus siap mendengar segala hal membosankan tersebut.

Kekasihku

Duhai kekasihku, Benarkah hubungan cinta kita telah putus? Apakah saya hadir dalam hidup untuk menyiksa? Duhai kekasihku, bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan. Pergilah ketempat-tempat kamu ingin pergi jadikanlah seperti yang kamu inginkan Karena kamu yang memiliki satu kehidupan dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Apa ada mimpi dan jangan ragu berusaha untuk mewujudkannya karena masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan impian. Penggunaan terimakasih dan membuang keluhmu dalam menghadapi setiap cobaan karena cobaan adalah bahwa anda mengalami sebagai proses pemuliaan.

Doa saya hari ini : “Tuhan, jangan biarkan cintaku untukmu digantikan oleh perasaan cinta untuk makhluk ciptaan anda.”

*]Penulis adalah bercita-cita jadi wartwan sukses.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *