Keributan di kediaman Wagub, Legislator: Itu biasa, tidak perlu dibesar-besarkan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua, Elvis Tabuni, meminta keributan yang terjadi dilakukan oleh keluarga almarhum Wakil Gubernur Klemen Tinal di rumah dinas Wakil Gubernur Papua, Jalan Trikora Dok V, Jayapura, Sabtu (22/5/2021), pukul 20.38 WIT, tidak dibesar-besarkan.

Hal itu, menurutnya, hal biasa terjadi dilakukan oleh orang Papua khususnya dari pegunungan Papua ketika orang ternama atau tokoh yang menjadi panutan meninggal.

“Ketika seorang tokoh meningal kebiasaan orang gunung itu, rumah sampai semua kekayaan biasa dilempar dan dihancurkan, bahkan sampai biasa dibakarkan juga. Jadi keributan yang terjadi Sabtu itu, soal biasa, tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Tabuni, usai ibadah tutup duka di kediaman dinas Wagub, Jayapura, Rabu (26/5/2021).

KT adalah tokoh yang dikagumi orang Papua. KT dikenal pemimpin dermawan baik hati tak pandang suku, agama dan ras. Tidak memiliki atau [pernah] berbuat masalah ke siapapun orang.

“Sehingga sekali lagi, punya rumah mewah, harta kekayaan banyak dan lain-lain ketika seperti orang bapak Klemen ini meninggal, semua itu akan dipandang tidak punya arti nilai apa-apa banding nyawa. Ini ungkapan luapan sedih sekaligus marah, kenapa bisa meninggal cepat, begitu,” tuturnya.

Duka telah selesai ditandai dengan ibadah dan doa bersama, harapnya, semua pihak menahan diri. Tidak membuat gerakan tambahan yang meresahkan yang tidak diinginkan bersama.

“Kita sudah lalui bersama dari jenazah bapak Klemen tiba dari Jakarta dengan baik sebagai bentuk dari penyertaan Tuhan. Atas kerjasama baik semua pihak, kami dari pemerintah daerah Papua mengucapkan banyak terimakasih. Seluruh masyarakat Papua di kota, di pelosok manapun, keamanan, pemerintah kabupaten sampai desa yang telah bersama turut merasahkan dan mengambil bagian dalam duka, terimakasih, Tuhan Yesus memberkati kita semua,” ucap Tabuni.

Sementara, terkait isu meninggalnya beberapa pejabat Papua seperti salah satunya Gubernur Papua, dengan tegas dikatakannya, tidak benar. Menurutnya orang-orang yang kembangkan isu tersebut adalah orang-orang tak bertanggung jawab yang menginginkan situasi keamanan Papua terus tidak aman.

“[Isu] itu tidak benar. Pihak berwajib [keamanan] segera lacak, cari, tangkap dan proses,” tegasnya.

Alpius tabuni, mewakili kepala suku Lapago, di kesempatan sama mengapresiasi khususnya mahasiswa yang kerja luar biasa mengambil bagian dalam kepanitian duka.

“Anak-anak mahasiswa punya kerja dari awal sampai akhir duka ini luar biasa, bapak salut sekali. Tuhan Yesus berkati. Bapa percaya anak-anak akan sama seperti almarhum, menjadi pemimpin hebat,” pujinya.

Reporter: Yas Wenda

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *