Mahasiswa IPM-KD Nabire rela beli lokasi pakai uang sendiri tuk bangun asrama

Nabire, [WAGADEI] – Untuk makin perkokoh sekaligus mantapkan persatuan dan kebersamaan dalam organisasi, pelajar dan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Kampung Dawaikunu (IPM-KD) kota studi Nabire rela membeli lokasi berukuran 43X12 Meter dengan uang sendiri. Tujuannya hanya untuk membangun asrama.

Lokasi itu beralamat di Putaran Dua, Kalibobo, dibeli dengan harga Rp. 100 juta langsung dibayar lunas kepada pemilik lokasi bapak Yunus Madai dan istrinya Yosin Wakei, pada Sabtu (22/5/2021) lalu.

Agustinus Magai, badan penggerak IPM-KD, sebelum menyerahkan uang ke pemilik lokasi mengatakan lokasi yang akan dibeli, langsung akan menjadi milik atas nama organisasi, maka organisasi IPM-KD harus kuat, berdiri tegak dan mandiri.

“Setelah kita serahkan uang, lokasi ini akan menjadi milik organisasi kita. Dalam suka maupun duka kita harus kuat. Mari kita tingkatkan lebih lagi dari yang ada sekarang, persatuan dan kebersamaan kita,” ajaknya kepada para anggotanya.

Bendahara IPM-KD, Muzza Tagi, seraya menyerahkan uang berharap semoga uang yang diserahkan bermanfaat pula bagi pemilik lokasi sesuai keperluan dibutuhkan.

“Ibu dan Bapak, uang yang kami bayar lokasi ini hasil sumbangan orang tua kami dari kampung. Mereka sumbang secara sukarela hanya untuk kami beli lokasi ini. Tolong terima dengan ikhlas dan semoga uang ini juga bisa bermanfaat bagi bapak-ibu berdua sesuai keperluan,” tuturnya.

Bapak Yunus Madai, pemilik lokasi, meminta secepatnya para mahasiswa dapat membangun asrama atau pondok.

“Ini lokasi banyak orang mau beli tapi bapak selalu tolak. Kenapa bapak jual ke kalian, karena kalian ini anak-anak sekolah. Bapak minta setelah bersihkan, kalau bisa langsung bangun pondok. Untuk surat sertifitakat dan pelepasan tanah, bapak akan serahkan langsung ke kalian,” ucapnya.

Setelah lakukan pembayaran ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Natalis Tagi.

“Hargai kiriman orang tua. Lokasi sudah ada, usahakan adik-adik cepat bangun pondok. Terus saling menghargai antara kalian harus tingkatkan. Hal-hal tidak baik yang bikin tidak baku senang harus tinggalkan,” pesan Martinus Tagi, mewakili senioritas, menambahkan sebelum bubar.

Reporter: Yudas Magai

Editor: Glow

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares