Pelaku ujaran rasis kepada seorang mama Papua di Nabire minta maaf

Nabire, [WAGADEI] – Ujaran rasis mengatai monyet sebanyak tiga kali yang dilakukan seorang pengojek pendatang kepada seorang mama Papua di Nabire pada jumat (14/5/2021) malam, penyelesaian masalahnya telah diselesaikan di kantor Kepolisian Sektor (Polres) Nabire, pada Senin (17/5/2021).

“Saya sebagai saudara dari pihak kedua, saya terima dan setuju atas surat kesepatan resmi yang dikeluarkan”, ujar Marselus Magai menghubungi wartawan, Senin (17/05/2021), usai hadir menyaksikan penyelesaian masalah tersebut di Mapolres Nabire, Meriam.

Marselus menjelaskan dalam surat pernyataan yang disepakati memuat lima (5) poin. Poin pertama, kesepakatan kedua pihak menyelesaikan masalah tanpa memaksa dan dipaksa. Poin kedua, pelaku yang disebut sebagai pihak pertama meminta maaf atas tindakan ujarannya kepada pihak kedua, korban, dan mencabut resmi laporan polisi yang dilaporkannya terkait penganiayaan/pemukulan yang dialaminya.

“Poin ketiga, korban ujaran meminta maaf atas penganiayaan/pemukulan yang dilakukan kepada pelaku ujaran. Keempat, menyatakan bersama sepakat permasalahan tersebut tidak akan lagi diperpanjang. Dan terakhir atau poin ke lima, adalah bahwa apabila dikemudian hari pernyataan dibuat dilanggar, pihak pelanggar siap ditindak sesuai proses hukum yang berlaku,” jelas Magai.

Surat tersebut, sebut Marselus, ditandatangani kedua pihak, para saksi dan mengetahui Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus dan Wakil Bupati kabupaten Dogiyai Oskar Magai.

“Kedua pihak sudah telah saling memaafkan, hal itu saya sebagai saudara korban, puas. Karena penting saling memafkan satu sama lain demi menjaga kenyamanan bersama,” ucapnya.

Masalah ini, seperti dimuat media ini, terjadi lantaran pelaku kesal penumpang membayar uang ojek kurang.

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Glow

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares