PHP Dev Cloud Hosting

Di Papua tidak ada KKB, maka tidak ada Teroris

  • Bagikan

Oleh: Goo Egedy

SELAMA Papua ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,selama itu pula labelisasi tak akan pernah hilang. Setiap label diberikan selalu bernuansa politik dan yang korban adalah manusia Papua. Demi membunuh manusia Papua, Indonesia memberikan label yang akan melegalkan pengejaran, pembunuhan dan pembantaian. Semua itu dilakukan demi keutuhan atau keamanan Negara. Stigma monyet, KKB, KKSB merupakan rangkaian penindasan terhadap rakyat Papua. Rakyat Papua menilai semua pelabelan atau stigma diberikan kepada orang Papua untuk membenarkan tindakan kekerasan terhadap warga Papua hanya demi sebuah ideologi, “NKRI harga Mati”. Bagaimana mencari solusi atas ideologi primitive, juga pragmatis ini demi menjunjung tinggi nilai kemanusiaan? Dalam usaha ini perlu diluruskan label tentang KKB dan  Teroris yang diberikan oleh Negara terhadap rakya Papua, sebab jika mengatakan KKB dan juga Teroris semua itu disampaikan kepada semua orang asli Papua tanpa terkecuali, seperti stigma monyet sebelumnya. Seiap itu KKB yang dilabelkan jadi terotis? Apa perkerjaan mereka yang dilabeli KKB? Apa pekerjaan utama Teroris? Mengapa dilabeli teroris? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu diajukan untuk merumuskan kebenaran dari lebelisasi teroris yang diberikan.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga kini, di dalam organ perjuangan atau kelompok perjungan belum ditemukan. Artinhya, belum pernah ada orga tertentu di Papua yang menamakan organisasinya KKB. Kelompok Kriminal Bersenjata ini belum ada di Papua dan belum pernah dibentuk.  Siapa yang membentuk? Kapan organisasi ini dibentuk? Berapa anggota di dalamnya pun belum terungkap secara jelas. Bahkan organisasi KKB ini tidak ada di Papua. Semua orang asli Papua, satu orang pun tidak termasuk dalam organisasi KKB ini.

KKB dilabelkan kepada orang Papua  oleh orang luar dalam nuansa politik. Yakni demi mempertahankan ideologi “NKRI harga mati”. Demi harga mati, orang Papua dilabeli KKB, sehingga dengan pelabelan itu pula menghalalkan segala cara demi menghabiskan manusia Papua yang dianggap ada di dalam kelompok itu.

Label KKB diberikan oleh Negara Indonesia dan demi keutuhan NKRI. KKB dianggap sebagai kelompok pengacau dan pengganggu keamanan. Demi mengamankan KKB negara memerintahkan prajurit ke Papua dengan perlengkapan perang.  Pada hal di Papua tidak ada KKB dan satu orang pun manusia Papua tidak termasuk dalam kelompok KKB.

Teroris

Dari pelabelan KKB Negara mencap KKB sebagai teroris Papua. teroris Papua artinya, orang Papua adalah terorisnya Indonesia. jadi, di hadapan Indonesia semua orang Papua adalah teroris. Kehadiran atau keberadaan orang Papua dalam Indonesia adalah teroris. Maka, menjadi orang Papua adalah menjadi teroris. Karena diberitahukan mengejar “teroris Papua”. mengatakan mengejar “teroris Papua” tanpa merujuk pada pihak-pihak yang memang dianggap teroris, atau tanpa memberikan bukti yang valid bahwa di Papua itu memang ada teroris.

Di sini, orang Papua merasa bahwa disebut “teroris Papua” berarti dilabelkan kepada semua orang Papua sebagai teroris. Termasuk anak kecil, termasuk perempuan, termasuk orang gila. Intinya, semua orang Papua adalah teroris. Padahal tidak semua orang Papua memiliki senjata, bom dan alat-alat yang membahayakan orang lain, atau negara.

Sejauh ini, di Papua belum ditemukan yang namanya teroris. Hal ini terlihat dalam kebaikan dan cinta yang dimiliki dan dihayati oleh orang Papua. Orang Papua tidak pernah membuat sekaligus membuang bom untuk membunuh manusia lain.

Jika Presiden menginstruksikan militer datang ke Papua untuk mengejar dan menghabiskan teroris di Papua, tidak lain adalah negara berniat jahat untuk membunuh manusia Papua yang tidak pernah melakukan kejahatan dan tindakan ketidakmanusiawian. Maksudnya, presiden juga petinggi negara harus tahu bahwa di Papua tidak ada teroris dan jika orang Papua dilabeli teroris, negara tidak memiliki tanggung jawab untuk mengayomi  dan melindungi rakyat. Bahkan, negara sendiri melakukan kejahatan terhadap rakyat Papua dengan stigma dan pelabelan yang tidak sesuai dengan keberadaan rakyat Papua hingga saat ini.

Tidak ada KKB, yang ada OPM/TPNPB

Hingga kini, oraganisasi yang diketahuai rakyat Papua adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM)/ Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Organisasi perjuangan Papua Merdeka memang sudah ada dari dulu. Organisasi ini tidak pernah menamakan diri KKB atau Teroris. Mereka murni Pejuang Papua merdeka dan mengatakan sebagai Tentara Papua Barat. Mereka menamakan diri sebagai tentara Papua Barat.

Alasan negara memberikan label KKB dan Teroris yang jelas dan pasti karena negara tidak mau mengakui perjuangan kemerdekaan Papua. Negara tidak mau mengakui OPM/TPNPB sebagai tentara maka dilabeli KKB dan Teroris. Padahal OPM/TPNPB adalah murni tentara bangsa Papua. Di mana pergerakan mereka sudah diakui bahkan oleh dunia internasional. Termasuk dalam kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI/PolRI) dan OPM/TPNPB merupakan sebuah perjuangan perebutan kemerdekaan bangsa masing-masing, yakni bangsa Indonesia dan bangsa Papua Barat.

Hanya karena negara tidak mau mengakui OPM/TPNPB sebagai tentara Negara Papua, Negara Indonesia memberikan label politis, yakni KKB yang kemudian jadi Teroris. Padahal KKB dan Teroris tidak ada di Papua. Sebaliknya yang ada hanya OPM/TPNPB.

*]Penulis  adalah seorang pemerhati Sosial Politik di Papua

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *