PHP Dev Cloud Hosting

FPEP demo minta selesaikan dualisme SK karateker Kadin Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Adanya masalah internal dalam tubuh organisasi Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) provinsi Papua, Forum Pemerhati Ekonomi Papua (FPEP) melakukan demonstrasi damai meminta harus dibenahi sebelum kegiatan musyawarah provinsi (Musprov) Kadin Papua 2021 dilaksanakan.

Aksi demonstrasi dilakukan pada Selasa (11/5/2021), di kantor Kadin Papua dan di kantor DPRP Papua. Alo menyebut masalah internalnya, adanya dualisme terbitan SK karateker Gubernur Papua Enembe dan dari Kadin Pusat.

“Kami minta segera selesaikan problem dalam Rumah dulu yaitu antara pejabat yang ditunjuk Gubernur dan dari Kadin Pusat. Kadin Pusat harus klarifikasi cepat sebelum Musprov Kadin Papua dilaksanakan,” tegasnya dalam orasi.

Menurutnya, sebab adanya dualisme SK telah banyak timbulkan masalah dalam tubuh Kadin Papua. Salah satunya adalah mosi tidak percaya kepada karateker Kadin Papua yang telah membatalkan 14 SK karateker Kadin Kabupaten secara sepihak di provinsi papua, yang mestinya harus dilantik definitif.

Ia juga pertanyakan Panitia yang membuka pendaftaran calon Kadin pada hari libur lebaran. Alo menuding panitia sudah sangat tidak menghargai hari besar umat islam yang seharusnya menjaga toleransi umat beragama di tanah papua.

“Dalam situasi saudara kita merayakan hari besar mereka, panitia membuka pendaftaran calon Kadin Papua. Ini sangat tidak boleh. Ada kepentingan apa?,” tanyanya.

Untuk ketua Kadin, Alo minta biarkan anak papua yang bersaing secara sehat dalam Musprov Papua.

“Jangan ada embel-embel orang luar Papua datang merampas, merampok kekayaan Papua secara ilegal. Anak Papua kalian bisa, jangan jual harga diri anak Papua dengan seperak rupiah,” tegasnya.

Usai ia dan teman-temannya menyampaikan orasi, ia membacakan tuntutan dihadapan panitia yang sedang melakukan pembukaan calon Kadin papua buatan SK karateker pusat.

Setelahnya rombongan yang tergabung dalam forum pemerhati ekonomi Papua ini bergerak lanjut menyampaikan aspirasi yang sama kepada DPRP. Tujuannya, agar para anggota DPRP dapat segera melihat dinamika yang sedang terjadi di tubuh ekonomi Papua. Jhon Gobay selaku ketua 14 kursi DPRP langsung menerima masa itu di halaman Kantor DPRP.

“Ini visi kita bersama bagaiman orang Papua menjadi tuan diatas negerinya sendiri. Sehingga kami akan dorong secara kapasitas dan kelembagaan. Ya, karena kami juga lihat kinerja karateker sudah melebihi batas,” tuturnya menanggapi aspirasi.

Gobai menyebut, tindakan melampaui batas yang dilakukan Karateker Kadin Papua yakni melanggar amanat Kepres dan Kadin Prov Papua.

Statemen pernyataan pers tuntutan yang disampaikan FPEP sebagai berikut:

1. Menolak dengan tegas, jika Kadin papua dipimpin oleh orang luar papua yang notabene tidak memiliki rekam jejak di papua

2. Meminta agar Kadin pusat memperhatikan hak kesulungan OAP untuk menjadi Pemimpin Kadin Papua

3. Menyatakan Mosi tidak percaya kepada karateker Kadin Papua yang telah membatalkan 14 SK karateker Kadin Kabupaten secara sepihak di provinsi papua, mestinya harus dilantik definitif

4. Menolak dengan tegad karetekaer Kadin Papua mencalonkan diri di kadin papua Tahun 202

5. Kami meminta agar dalam proses penentuan bakal calon kadin papua harus tranparan dan berdasarkan AD/RT Keangotaan Kadin Papua sebagaimana tercantum pada pasal 32 dan 33, ayat 1 bagian D tetapi juga mengacu pada uu otsus 2001

6. Meminta Kadin pusat meninjau ulang SK Karateker Kadin papua sebab yang berdangkutan teridikasi tidak independen

7. Meminta dan Mendesak agar Kadin pusat untuk Mencabut segera SK Karateker Kadin Papua dan membentuk karakteker Kadin papua yang baru dan indepeden.

8. Menuntut dan Mendesak agar, segera melakukan klarifikasi terkait dualisme SK Karateker dan Gubenur Provinsi Papua dan SK Karateker kadin Pusat sebelum melakukan Musprov Kadin Papua

9. Mendesak agar segera menghentikan tahap pemilihan yakni tahapan pendaftaran pemilihan Kadin Papua tahun 2021 sebelum menyelesaikan masalah internal istruktur Kadin Provinsi Papua

Reporter: Yas Wenda

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *