PHP Dev Cloud Hosting

Bupati Dogiyai dukung masyarakatnya berantas miras

  • Bagikan

Dogiyai, [WAGADEI] – Pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Dogiyai menyambut baik aspirasi masyarakatnya yang menuntut agar segala aktivitas minuman keras (miras) dibasmi hingga ke akar-akar dari daerah tersebut pada Selasa (3/5/2021), lewat aksi demonstrasi yang digelar di lapangan Theo Makai, Mowanemani, Dogiyai.

Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa yang hadir secara langsung menyaksikan dan mendengar aspirasi menyampaikan sebagai orang nomor satu daerah mendukung penuh aspirasi soal pemberantasan miras.

“Saya sangat mendukung apapun yang dilakukan oleh masyarakat untuk berantas miras di kabupaten Dogiyai, dengan salah satunya adalah tindakan seperti ini, aksi dan ambil keputusan bersama,” ujarnya dikesempatan dalam aksi yang melibatkan 18 organisasi dan seluruh masyarakat akar rumput dari Kamuu, Mapiha dan Piyaiye.

Dukungan itu, menurutnya, karena sesuai keinginannya [daerah] Dogiyai harus bersih dari Miras seperti pernah disampaikan dalam sambutan pertamanya usai dilantik menjadi Bupati.

“Sejak saya jadi bupati, saya sudah sampaikan bahwa jangan minum mabuk. Hal ini saya sampaikan dalam sambutan pertama saat saya jadi bupati Dogiyai. Dan setelah masyarakat sampaikan larang miras, saya langsung buat Perda pada saat itu,” ujarnya.

Namun, Perda hingga sampai sekarang belum dijalankan dan melakukan sosialisasi, kata Dumupa, karena terkendala registrasi di Biro Hukum Setda provinsi Papua.

“Masih tunggu sampai sekarang tidak tahu kenapa belum di registrasi. Tapi karena peraturan kampungnya sudah ada, kami akan usahakan secepatnya jadi,” ucapnya.

Ia pun berpesan karena banyak orang mati akibata miras atau terbunuh oleh miras, sudah waktunya semua orang di Dogiyai tanpa terkecuali berhenti dan sadar untuk tidak lagi komsumsi minuman keras.

“Dan maka sekali lagi, karena semua yang masyarakat sampaikan saat orasi ini positif, kita mendukung,” tuturnya.

Elias Anouw, ketua DPRD Dogiyai, juga terkait Perda menyampaikan sama halnya seperti disampaikan Bupati.

“Kami usahakan cepat proses legistrasi. Setelah sudah, langsung kita akan lakukan sosialisasi. Untuk itu kami minta sambil tunggu, semua aturan yang sudah disampaikan tadi harus semua kita patuhi,” ujar Anouw.

Penanggung jawab aksi, Germanus Goo, ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kab. Dogiyai, sebelumnya menyampaikan aksi digelar dalam rangka mendesak pemerintah daerah kabupaten Dogiyai menjalankan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pelarangan Miras yang dibuat bersama DPRD pada 5 Desember 2018 lalu.

“Perda sudah ada, sudah dibuat tapi tidak pernah dijalankan. Akibatnya banyak anak-anak muda Dogiyai mati sia-sia hanya karena miras. Kami minta Pemda harus jalankan Perda itu. Yang menjadi kendala (Perda) segera bereskan. Sudah saatnya miras harus diberantas dari atas tanah ini,” ujarnya.

Reporter: Yulianus Magai

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *