Deiyai banyak anggota BMP: Stop dan bertobat!

Nabire, [WAGADEI] – Masyarakat sipil yang tergabung dalam kelompok barisan merah putih (BMP) yang bekerjasama dengan aparat TNI dan Polri menggagalkan selalu kegiatan-kegiatan terutama soal kemanusiaan dan menentang ketidakadilan yang terjadi di Indonesia dan Papua khususnya, di negeri Tigi, kabupaten Deiyai, jumlahnya tidak sedikit.

Hal ini diungkap salah satu pemuda asli Deiyai yang enggan disebutkan namanya, dalam diskusi singkat dengan Wagadei belum lama ini di Nabire.

“Berbagai kegiatan tarutama aksi menyampaikan pendapat dimuka umum yang di jamin hukum di Deiyai selalu gagal, itu karena anggota BMP banyak dan aksi mereka luar biasa banding daerah lain di Meepago,” ujar dia.

Salah satu contoh yang disaksikannya, sebut dia, seperti saat demo mimbar bebas Solidaritas Rakyat Deiyai (SRD) menolak pemekaran dan perpanjangan Otonomi Khusus (Otsus),19 April 2021 lalu, yang gagal digelar.

“Karena pada saat hari H itu saya keluar pagi buta pantau situasi disemua tempat dari Wahgete II, Wahgete I, Tigi Barat sampai Tigi Selatan, orang-orang yang masuk daalm kelompok barisan merah putih [BMP] ini tersebar banyak dimana-mana,” ungkapnya.

Mereka tersebar, lanjutnya, disetiap ruas jalan dan sambil membangun isu-isu tidak benar yang bikin masyarakat menjadi takut untuk ikut bergabung dalam aksi mimbar.

“Polisi dan tentara tidak ijin bikin aksi, jangan ikut. Ikut, Polisi bisa tembak. Bahasa-bahasa bikin takut kayak begini yang mereka bangun pada saat itu. Dan mereka berhasil, masyarakat jadi takut sekali ikut aksi saat itu,” tuturnya.

Hingga sampai sekarang para anggota BMP, dikatakannya, masih kencang memainkan aksinya yakni membusuk masyarakat agar mau menerima kebijakan apapun dari pemerintah terutama menyangkut soal Otsus dan pemekaran yang lagi hangat masyarakat Papua sedang tolak.

Ia dengan tegas meminta agar para anggota BMP tersebut stop dan bertobat dengan semua sikap dan kelakuan yang bertentangan dengan kebenaran.

“Dan saya minta kepada rakyat Papua di Deiyai, kita tetap solid pada agenda seluruh orang Papua yakni tolak otonomi khusus [Otsus] dan tolak daerah otonomi baru [Dob] karena kedua program ini alat pemusnah rakyat Papua,” pintanya.

Sementara itu, salah satu pemuda dari asal Dogiyai yang juga tidak mau namanya disebut, menyatakan rakyat Deiyai harus solid, menghiraukan dan tidak berpengaruh dengan isu-isu tidak benar dan tidak-ridak yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan anggota BMP.

“Apapun isu dan hasil kekerasan dari tindakan BMP, rakyat Deiyai harus lawan. Lawan karena kebenaran tidak bisa dikalahkan,” ujarnya

Pemerintah Deiyai sebagai wakil Allah yakni Bupati dan jajarannya hingga para anggota DPRD harus dukung dan hargai perjuangan rakyat Deiyai.

“Artinya sesibuk apapun jika rakyat Deiyai bikin aksi damai harus turun ikut terlibat di lapangan. Supaya bisa dengar langsung apa yang rakyat Deiyai mau dari aspirasi yang disampaikan, kemudian bisa lanjut terapkan dengan bikin kebijakan,” imbuhnya.

Menurutnya, karena pemerintah dengan rakyat jika bersatu apapun persoalan besar dan berat dapat teratasi mudah.

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Glow

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares