TPNPB bukan teroris tapi pejuang murni demi tanah air

  • Bagikan

Oleh: Damoye N

Lalu OPM dinyatakan KKB, akhir ini dicap sebagai Teroris!

OPM merupakan Organisasi Papua Merdeka disingkat [OPM] adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini di Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia yang diakui PBB. Tidak bisa dikategorikan Kelompok Kriminal Bersenjata [KKB] bukan juga bukan Teroris tetapi pejuang pembebasan bangsa Papua Barat murni.

Apakah keputusan PBB?

OPM dilabeli teroris oleh Pemerintah Indonesia melalui MenkoPolhukam, Apakah ungkapan ini keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB? Ataukah ungkap semaunya Pemerintah Indonesia?

Saya pemuda adat Papua sekaligus penulis menilai “ungkapan luar batas, saya mengutuk keras aksi ungkapan keras tersebut. Negara tidak bisa dicap sebagai Teroris, bahkan tindakan keras lainnya. OPM benar-benar pejuang murni pembebasan Tanah air yang mereka cintai”.

Pemerintah pusat [Pempus] segera meminta maaf sebesar-besarnya terhadap orang Papua karena sangat menyakiti hati orang Papua juga sisi lain memancing emosi dan bisa korban ras melayu yang ada di tanah Papua. Ungkapan tersebut sama volume dengan peristiwa ‘Papua dalam Bara [Rasisme]’. Jadi, saya sebagai penulis peduli kemanusiaan meminta kepada Indonesia bahwa “Hargai orang Papua dan hak hidup orang Papua, tidak bisa dicap dan mengecap sebagai tindakan kekerasan apapun”. Untuk siapa UUD 1945 ayat 3 pasal 28E itu dilahirkan?

Di Papua siapa yang Teroris?

Lebel Teroris ditujukan kepada TPN-PB ini tidak masuk akal. Sebenarnya di Papua siapa yang teror warga sipil? TPN-PB atau TNI/POLRI! Saya menjelaskan situasi Papua terkini Aparat keamanan masuk dalam gereja dengan berpakaian lengkap, Aparat keamanan disita alat kerja warga, Aparat keamanan disita atribut qbudaya Papua, Aparat keamanan bangun posko dekat-dekat dengan bertujuan kejahatan, dan warga sipil mengungsi karena ketakutan dan kepanikan bunyi senjata.

Menurut saya, kejahatan yang luarbiasa tercipta di Papua adalah kekeliruan menjalankan tugas aparat keamanan sehingga menyerorkan warga sipil maka saya pikir teroris itu ditujukan kepada aparat keamanan yang bertugas di Papua.

Organisasi Papua Merdeka [OPM] adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan Papua yang mulanya adalah reaksi orang Papua atas sikap pemerintah Indonesia sejak 1963, didalamnya ada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPN-PB].

Lalu, Muncul juga sebutan KKB atau yang dikenal sebagai Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka [TPN-OPM], yang juga disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata [KKB] atau Kelompok Separatis Bersenjata [KSB]. Istilah KKB/KSB sering kali digunakan oleh TNI terhadap warga sipil yang tak berdosa.

Jangan salahkan siapa-siapa?

Sepertinya Indonesia menikmati hasil menabur bertahun-tahun lalu itu, saat ini Indonesia mengalami masalah yang tidak bisa membalikan telapak tangan dalam waktu singkat. Kenyataan saat ini kita lihat, dengar dan baca. Contoh kebelakangan ini, Pertama Kabinda Papua tertembak mati oleh TPNPB-OPM dan beberapa angota lainnya di Beoga, Papua. Kedua Duka menyelimuti Indonesia setelah KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan kapal yang berjumlah 53 orang dinyatakan gugur.

Terkait tertembaknya Kabinda Papua, Pemerintah Indonesia berusaha keras memusnahkan para pelaku yang disebut KKB yang menamai Teroris dengan cara mengirim Tni/Polri besar-besaran saat ini dari Jakarta ke Intan Jaya dan Nduga, Papua.

Kebenaran adalah lawan dari kekeliruan yang merupakan objek dan pengetahuan tidak sesuai, maka TPNPB lawan ketidakadilan akhirnya Kabinda Papua tertembak. Salah siapa? Negara yang waras, Konflik Papua berpanjang ini hanya ada solusi yaitu ‘Referendum’, oleh sebab segera beri kesempatan untuk menentukan nasib bangsa Papua sebagai solusi demokratis.

Sebagai penutup opini ini, Semoga pendropan Tni/Polri besar-besaran ini menentukan titik akhir masalah Ideologi bangsa Papua Barat.

Penulis adalah peduli kemanusiaan Papua.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *