Demo turunkan biaya semester ditolak, Mahasiswa Uswim Nabire geram

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Ratusan mahasiswa Universitas Satya Widya Mandala (Uswim) Nabire, hari ini (3/5/2021),  melakukan aksi demo di depan gedung rektorat, Kalibobo, Nabire, tuntut menurunkan biaya semester yang dinilai terlalu besar dan tuntut aktifkan organisasi badan eksekutif mahasiswa (BEM).

Tuntutan menyangkut uang semester, mereka minta menurunkan dari Rp. 3.850.000 menjadi Rp. 2.500.000.

Rektor Uswim, Petrus Izaach Suripatty, usai mendengar aspirasi menanggapi tuntutan yang disampaikan tidak bisa pihaknya kabulkan.

“Soal biaya semester ini ada beberapa mahasiswa yang divalidasi data sehingga kami dari pihak USWIM tidak bisa turunkan biaya semester,” ujarnya kepada masa aksi.

Ia lalu menyebutkan beberapa mahasiswa/i yang sedang divalidasi data. Namun mahasiswa tetap tidak terima dan ngotot harus diturunkan.

Tidak terima, Petrus pun dengan tegas menyatakan pihaknya siap membawa masalah itu ke jalur hukum.

“Masalah ini kita tidak bisa selesaikan disini. Kita harus bawa ke proses hukum,” tegasnya.

Wakil Rektor II Uswim, Johanis M. Ramandey, juga sama dengan tegas mengatakan bahwa biaya semester tidak bisa diturunkan karena sudah ditetapkan dari lembaga pusat pendidikan.

“Jadi yang tidak terima dengan kebijakan ini, yang mau keluar atau transfer ke kampus lain silahkan. Kami siap keluarkan surat transfer untuk bersangkutan,” tambahnya.

Untuk kegiatan BEM, kata dia, pihaknya menerima dan siap dalam waktu dekat akan membentuk BEM.

Menanggapi itu, terkait dengan mahasiswa yang divalidasi data, Samuel Tenouye, koordinator aksi lapangan (Korlap) mengatakan itu tanggung jawab pihak kampus untuk dicari penyelesaian jalan keluarnya.

“Dia (Rektor) sengaja bilang akan bawa ke jalur hukum karena mau matikan tuntutan kami. Maka itu mari kita jangan takut dengan bahasa ancamannya ini. Kita harus pegang teguh dan prinsip pada tuntutan kita,” ajaknya.

Petrus Pekei, Korlap dari jurusan teknik informatika, dikesempatannya dengan tegas meminta kedua tuntutan yang disampaikan, pihak kampus harus jawab.

“Apabila tidak, kami korlap bersama seluruh mahasiswa dari semester 2 sampai 9, siap akan lakukan tindakan mogok sipil besar-besaran. Lakukan sampai dua tuntutan kami dijawab,” tegasnya.

Mewakili dari senioritas, Abeth Mote, juga mengatakan mereka tidak akan membayar biaya SKS dan lainnya sampai kedua tuntutan dijawab.

“Tidak ada fasilitas, belajar tidak tatap muka bagaimana ilmu mau masuk. Komi tolak kuliah online dan kenaikan biaya semester. Pihak kampus harus mengerti kami ini kebanyakan dari keluarga petani,” ujarnya.

Dikatakannya heran biaya semester tinggi tetapi ilmu yang diberi tidak sebanding.

“Setiap mata kuliah kami mahasiswa selalu tidak menerima dengan baik dari dosen penyaji. Kami rasa ke kampus seperti pasar, datang kosong, pulang kosong,” tukasnya.

Wartawan Wagadei, Musa Dumukoto dan Elias Douw bersama-sama berkontribusi dalam berita ini

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *