Klarifikasi pernyataan dukungan DOB, Otsus dan Mapolres, masyarakat dan Wabup Dogiyai tegaskan dipaksa foto

Jayapura, [WAGADEI] – Terkait dengan beredarnya pemberitaan tentang dukungan Daerah Otonom Baru [DOB], Otonomi Khusus [Otsus] dan kehadiran Mapolres di Dogiyai yang mengatasnamakan masyarakat Kabupaten Dogiyai pada Kamis, [29/4/2021] yang diberikan melalui https://papuasatu.com/peristiwa/masyarakat-adat-di-kabupaten-dogiyai-nyatakan-sikap-siap-dukung-otsus-dob-dan-pembangunan-polres-di-wilayahnya/ mendapatkantanggapannerius dari delapan orang yang ada dalam foto dan Wakil Bupati [Wabup] Dogiyai, Oskar Makai.

MP, salah satu korban dalam foto dukungan Otsus dan DOB ketika mengatakan, pihaknya dipaksa untuk foto oleh sekelompok orang pendatang [non Papua] usai memberikan beras 10 karung, 10 kilogram gula dan 10 kartong supermi.

“Saat mereka datang turunkan beras dari truk berwarna merah [lupa nomor plat]. Pas waktu itu kami sedang berada di kediamannya Wakil Bupati Dogiyai pada hari Minggu, [25/4/2021] di Kalibobo Nabire,” ujar MP, Jumat, [30/4/2021].

Sesaat beras diturunkan, kata MP, seorang laki-laki datang menghampiri mereka lalu membuka satu baliho dan disuruh pegang lalu foto.

“Waktu itu jam 10 pagi, ada satu lelaki orang Jawa, orangnya kami tidak kenal, dia menyuruh kami foto. Dia bilang ayo foto satu kali saja. Lalu mereka lipat baliho itu cepat-cepat baliho dan masukkan ke dalam truk,” ungkapnya.

AM, korban lainnya juga membenarkan bahwa yang potret mereka adalah oknum yang sama sekali tidak dikenal.

“Kami kaget setelah foto itu anak-anak perlihatkan kepada kami. Tapi di sana kami difoto saja. Kami tidak bisa baca dan tidak tulis,” katanya menggunakan bahasa daerah suku Mee dialek Mapia dibalik selulernya.

Ia mengaku, pihaknya mengira disuruh bentangkan baliho adalah tulisan bantuan beras tersebut.

“Kami kira baliho itu tulisan atas bantuan beras itu,” ucapnya

“Jadi itu hanya foto saja, tidak bicara apa-apa. Media yang bikin seolah kami keluarkan pernyataan dukungan,” katanya.

Wakil Bupati [Wabup] Dogiyai, Oskar Makai menegaskan, ketika itu dirinya telah berada dalam gereja untuk ikut ibadah. Ia kaget setelah diceritakan oleh delapan orang itu bahwa pihaknya telah dibantu oleh orang yang mereka tak kenal.

“Ada masyarakat datang, hari Minggu di rumah saya. Tapi saya pergi ke Gereja, biasanya saya ikut gereja di SP B. Masyarakat datang ini butuh bantuan sembako, tapi setelah saya keluar ada sekelompok datang ke rumahku. Mereka bawah beras 10 karung, gula 10 kilogram dan Supermi 10 kartong disertai dengan satu buah baliho bertuliskan tiga poin dukungan dari masyarakat,” kata Makai.

Penolakan Polres Dogiyai, DOB dan Otsus ia tegaskan pihak telah menolak pada RDP MRP, aksi tanggal 22 Februari dan aksi tanggal 1 Maret 2021 di Dogiyai. Sehingga ia perintahkan DPRD bentuk pansus lalu antarkan aspirasi itu ke tingkat Provinsi Papua bersama perwakilan rakyat.

“Kok saya terima? Itu sangat tidak mungkin. Karena saya yang perintahkan DPRD dan masyarakat Dogiyai ke Jayapura lanjutkan aspirasi penolakan itu,” katanya tegas.

Ia menegaskan, saat itu sebagai tuan rumah bahkan pejabat daerah ia tak diberitahukan oleh pihak yang antarkan makanan. “Saya juga tidak tahu, mereka tidak bangun komunikasi dengan saya. Begitu mereka masuk, kasih bantuan dan foto saja lalu pergi,” katanya.

“Tapi ini cuma delapan orang saja, dan mereka ini bukan warga Dogiyai tapi warga Nabire. Kita sudah ketahui bahwa ribuan orang Dogiyai yang turun jalan menolak Otsus, DOB dan Polres,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Pusat dan aparat keamanan jangan menggunakan sikap kanak-kanak bujuk-bujuk dengan berikan bantuan bama.

“Kalau aspirasi penolakan Otsus dan DOB itu ditanggapi atau tidak, maka Presiden Jokowi dan Gubernur Papua Lukas Enembe segera sampaikan melalui media massa atau turun ke Dogiyai, jangan hanya utus-utus rombongan yang perkeruh situasi,” katanya tegas. [*]

Reporter: Theresia F. Tekege

Editor: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares