Kelola hasil alam, perempuan Paniai buka cafe di Enarotali

Paniai, [ WAGADEI ] – Seorang pengusaha Plperempuan Papua asal Paniai membuka usaha cafe bernama Nggabu Wissel Meren di Enarotali. Itu karena mimpinya untuk mengelola hasil alam Paniai, juga untuk mengurangi beban hidup serta pengangguran orang Papua khususnya Paniai.

 

Theodora Magai, pemilik Cafe Nggabu kepada wagadei.com, Sabtu, [24/4/2021] menjelaskan, semangat membuka Cafe Nggabu Wissel Meren Enarotali bermula karena melihat banyak sekali anak Papua khususnya paniai yang menganggur setelah menyelesaikan studinya, juga untuk mengurangi beban hidup dalam kehidupan sehari-sehari.

“Motivasi membuka Cafe dan wifi, karena saya ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang Papua khususnya paniai. Selain itu, saya juga melihat kondisi daerah Paniai. Karena, kurangnya cafe dan Wifi sehingga kebanyakan urusan dinas bahkan urusan lain di paniai melalui online sangat sulit dan kebanyakan masyarakat selalu lari ke Nabire. Sehingga  ia juga membuka usaha cafe Nggabu Wissel Meren Enarotali ini dengan besar harapan, ikut memberi  kelancaran aktifitas bagi semua warga yang ada di Paniai, menyangkut dengan urusan di luar Paniai melalui online,” ungkap Magai.

 

Cafe Nggabu Wissel Meren enarotali, buka dan didirikan Berdasarkan surat Ijin Pemerintah No.Reg : 973/ 000551 / BAPENDA/2021

Magai menjelaskan, Cafe Nggabu Wissel Meren enagotadi juga memiliki Visi dan Misi dan tujuan yang jelas yaitu;

Visi : melalui Cafe Nggabu Wissel Meren enagotadi  memberikan manfaat bagi banyak orang.

Misi : Manusia Wajib Kerja dan Berusaha Untuk Bersaing Di Dunia Kewira usahaan.

Tujuan : dengan mendirikan cafe Nggabu bahwa orang Papua Juga bisa bersaing dalam pengembangan Usaha.

Selanjutnya magai mengatakan motto Cafe “Gagal Bukan Penghalang  yang Penting Mencoba dan Berani Tanggung resiko,” Jelasnya.

Cafe Nggabu Wissel Meren enarotali hadir di Paniai, 11/3/2021,Melalui ibadah Syukuran yang di pimpin oleh Pastor Herman Betu Pr, Pastor paroki Salib Suci Madi.

Cafe ini beralamat disamping kantor keuangan kabupaten paniai di enarotali.

Magai mengatakan, “ rencananya karyawan yang ada akan mengikuti pelatihan untuk mengelolah dan meracik kopi paniai dari petani asli paniai sendiri untuk meningkatkan pengetahuan tentang kopi bagi karyawan juga untuk meningkatkan pendapatan ekonomi bagi orang asli paniai,”pungkasnya.

Selanjutnya ia juga berpesan kepada para tani kopi, Kami akan beli kopi dari petani asli paniai, maka jangan lupa berkebun dan menanam kopi di lahan yang ada.

Magai Juga mengajak seluruh anak-anak Papua untuk  bergabung dan berperan dalam dunia usaha untuk bersaing dengan Kawan-kawan kita yang sedang maju di daerah lain. Usaha itu milik siapapun dia, kita juga harus kerja keras untuk meningkatkan taraf hidup kita.

“ Kawan-kawan Anak Asli Papua Lapangan Kerja kita bukan hanya di ASN, Partai Politik namun mari kita belajar berbisnis sepertinya usaha kecil dan usaha menengah yang ada depan kita, agar Kita juga mampu bersaing dengan orang diluar sini untuk mengelolah hasil alam kita oleh kita sendiri. Kita akan kaya, kalau apapun hasil bumi daerah kita,kita kelola sendiri,” ajak magai.

 

Toko Pemuda Paniai, Amandus Tatogo, memberikan  apresiasi kepada pemilik Cafe nggabu,karena sudah membuktikan kalau kami anak asli juga bisa mengelolah hasil alam kita sendiri.

“ selama ini,kami orang Papua merasa tidak mampu bersaing dalam dunia usaha, namun kenyataannya di Paniai telah dibuka usaha cafe oleh putri asli Paniai, Theodora Magai. Cafe ini banyak memberi nilai positif bagi ASN,pengusaha,masyarakat,mahasiswa,pelajar,dll, karena dengan kehadiran Cafe dan wifi ini, kami bisa mengelolah data disini tanpa harus ke Nabire mencari akses internet yang cepat,” katanya.

 

Reporter: Yohanes Iyowogi Nawipa

Editor     : TFFT

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares