Aliansi BEM se Jayapura tolak tambahan pasukan untuk pengamanan PON

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI ] – Ketua-ketua Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM] dari berbagai Perguruan Tinggi [PT] di Jayapura yang tergabung dalam aliansi BEM se kota Jayapura menyatakan sikap menolak dengan tegas atas penambahan pasukan dengan alasan pengamanan PON XX 2021 di Papua.

 

Hal ini disampaikan koordinator nusantara [Koornus] BEM se-tanah Papua, Unas Tabuni dalam jumpa pers yang digelar di Sekretariat BEM Uncen Perumnas III Waena, Jayapura, Senin,[26/4/2021].

 

Unas Tabuni mengatakan, banyak yang dikirim namun tidak pernah ada penarikan. “Yang ada hanya bertambah terus dan membuat masyarakat trauma dan dilema dengan kehadiran aparat keamanan dan militer di tanah Papua,” tegas Tabuni.

Tabuni juga mengatakan, jika ada penambahan pasukan oleh negara atas nama pengamanan PON 2021, pihaknya akan membentuk pergerakan-pergerakan untuk membatalkan agenda empat tahunan itu.

“Karena kalau hanya alasannya mengamankan PON, saya pikir sudah sangat cukup sekali dengan pasukan yang memang sudah ada di Tanah Papua,” ujarnya.

Padahal, kata dia, panitia PON bisa gunakan tenaga relawan PON yang telah direkrut yang didominasi oleh orang asli Papua [OAP].

“Penambahan personil itu bukan solusi, sehingga kami meminta dengan tegas kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah dan panitia PON untuk tidak berupaya menambah pasukan untuk pengamanan PON di tanah Papua,” ucapnya.

 

Ketua BEM Universitas Cenderawasih [Uncen], Yops Itlay mengatakan, orang Papua sudah trauma yang tak terlupakan dalam hati orang Papua terhadap aparat keamanan.

 

“Jadi kami minta kepada pemerintah daerah Papua untuk tidak menambah pasukan. Tapi justru berikan jaminan keamanan kepada negara, kalau pelaksaan PON XX di Papua akan baik-baik saja tanpa penambahan pasukan,” ujar Itlay.

Pengurus BEM Uncen, Erwin Kuan menegaskan, percayakan saja keamanan kepada anak asli Papua. Karena mereka yang berhak memberikan kenyamanan serta memberikan kedamaian bagi setiap orang yang datang mengunjungi tanah Papua.

“Yang tahu situasi di Papua kan anak asli sendiri. Maka berikan kesempatan kepada anak asli papua agar pon xx bisa berjalan dengan baik,” katanya. [*]

 

Reporter         : Gabelina Sondegau

Editor              : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *