Mahasiswa belajar sejarah perjuangan politik OAP

  • Bagikan

 

Nabire, [WAGADEI] – Mahasiswa Meepago yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai se Yogyakarta – Solo [IPMADO Yog-Lo] terus memantapkan pemahaman perjuangan politik orang Papua yang amat panjang ini dalam acara seminar sekaligus diskusi dengan tajuk ‘perjuangan politik orang Papua’.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh biro pendidikan IPMADO Jog-Lo pada Jumat, [23/4/2021] di asrama mahasiswa Yogyakarta.

Pematik Abby Douw dalam materinya telah megulas terkait perjuangan politik orang Papua dari masa lampau hingga saat ini.

“Yang tentang sejarah orang Papua, sangat panjang sekali. Jadi sebelum sebelumnya juga situasi yang sama dan sekarang juga situasi yang sama, dan juga Pematik di ungkapkan bahwa sepanjang menjajah seperti belanda setelah belanda masuk lagi indonesia terus menjajah orang Papua,” katanya.

Douw menjelaskan tentang dari awal menjajah untuk orang Papua
Pada tahun 1962 hingga 2021 maka. Ia menyayangkan untuk orang asli Papua [OAP]. Hal yang sama terus menerus dialami OAP sudah membudayakan untuk menderita di atas tanahnya sendiri.

Tuntutan kemerdekaan Papua bergulir, lanjut dia, Indonesia yang secara real politik menguasai wilayah Papua Barat dan negara dunia pertama yang secara real ekonomi yang menguasai Papua Barat “keras kepala” untuk tidak mendengarkan tuntutan rakyat Papua tersebut.
Tuntutan memisahkan diri rakyat Papuat dianggap sebagai sebuah upaya ilegal (melawan hukum atau tidak sah) sehingga rakyat Papua Barat diberikan beberapa cap konyol seperti separatis, makar, anti pembangunan, goblok, pemberontak dan lainnya. Pungkasnya

Pihaknya pertanyaan adalah mengapa rakyat Papua ‘keras kepala’ untuk minta merdeka? Mengapa Indonesia dan negara dunia pertama juga ‘keras kepala’ untuk tetap mempertahankan wilayah Papua Barat sebagai bagian dari NKRI? Tentunya punya alasan dan akar masalah.

“Untuk melihat alasan dan akar masalah, maka sejarah Papua Barat harus dipaparkan dan dipahami secara benar, selanjutnya harus dicari solusi atau upaya perjuangan yang harus dilakukan oleh rakyat Papua dan pendukungnya, tentu saja di dalamnya berbagai lapisan rakyat Papua,” kata dia. [*]

Reporter: Elias Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *