Lindungi hak OAP, MRP Pansus Afirmasi temui mahasiswa asal 5 wildat

Jayapura, [WAGADEI] – Guna melindungi dan memproteksi hak-hak orang asli Papua [OAP] maka Majelis Rakyat Papua [MRP] melalui tim kerja Afirmasi dan pemenuhan hak asasi orang asli Papua [OAP] menggelar rapat koordinasi [rakor] menghadirkan mahasiwa dari lima wilayah adat [wildat] yang ada di Provinsi Papua, yakni Lapago, Meepago, Animha, Saireri dan Animha yang sedang menimba ilmu di Kabupaten dan kota Jayapura.

Rapat tersebut digelar di hotel Horison Padang Bulan, Abepura, Jayapura, Jumat, [23/4/2021] yang dipimpin langsung oleh ketua panitia khusus [pansus] Afirmasi, Edison Tanati.

Ketua Pansus Afirmasi Edison Tanati mengatakan, khadiran virus Corona mempengaruhi beberapa sistem pemerintahan yang harus dirubah dan mulai bergeser, termasuk di dalamnya pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya.

Memasuki era pandemi ini, kita MRP sesuai dengan tupoksi MRP yaitu memberikan proteksi keterpihakkan dan perlindungan terhadap orang asli Papua. Untuk itu kita MRP membentuk pansus afirmasi untuk memberikan perlindungan terhadap orang asli Papua. Saat ini kita undang adik-adik, kita mau bicara dari hati ke hati, kami mau dengar lansung kendala apa yang dialami adik-adik selama ini,” ujar Tanati.

Hal tersebut, kata dia, melihat dari dekat keberadaan mahasiswa asli Papua yang berasal dari lima wildat. “Kita jangan dulu urus anak-anak kita di luar tapi coba kita lihat dulu kendala yang dialami oleh mahasiswa Papua dalam Papua selama pandemi ini,” ujarnya.

“Dengan begitu kami putuskan untuk memberikan Wifi kepada anak-anak agar kuliah onlinenya lancar,” ucap dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, seusai pihaknya diskusikan bersama soal pengadaan WiFi, para mahasiswa menolak.

“Anak-anak kita tidak terima. Maka kami akan surati kepada Pemerintah Provinsi Papua dan rektor-rektor untuk buka kuliah Offline, sehingga generasi Papua ini benar-benar mempersiapkan dirinya baik untuk memimpin Papua 10 Tahun ke depan,” katanya.

Kedepan, kata dia, jika para mahasiswa mengalami kendalaa di setiap asrama disarankan agar datangi pihaknya agar MRP bisa menyurat kepada Pemda yang bersangkutan.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita sama-sama bergandeng tangan memajukkan tanah Papua yang kita cintai ini,” ucapnya. [*]

Reporter: Theresia F. Tekege
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares