PHP Dev Cloud Hosting

LBH Papua serukan hentikan intimidasi terhadap jurnalis Jubi

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] -Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua menegaskan, bahwa peranan jurnalis guna memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar, melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran sebagaimana diatur pada Pasal 6, UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Hal itu diungkapkan Direktur LBH Papua Emanuel Gobay, SH, MH terkait kekerasan yang menimpa Victor Mambor, seorang wartawan senior di Papua yang juga sebagai mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen Papua serta pemimpin umum Koran Jubi dan Jubi.co.id mendapatkan tindakan serangan digital, doxing, dan penyebaran selebaran di media sosial yang kontennya menyudutkan, mengadu domba, dan mengkriminalisasi Tabloid Jubi maupun Victor Mambor

Menurut Gobay, Mambor tentunya menjalankan tugasnya wujud nyata misi Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai jurnalis.

“Apabila semua tindakan pelanggaran hukum itu dilakukan hanya karena pemberitaan yang diberitakan oleh media yang dibentuk oleh Victor Mambor dapat menggunakan hak jawab, sebab pada prinsipnya semua media diwajibkan melayani Hak Jawab sebagaimana diatur pada Pasal 5 ayat (2), UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Namun karena yang bersangkutan memilih main hakim sendiri sehingga jelas-jelas merupakan tindakan pelecehan terhadap misi Pers nasional sebagaimana diatur pada Pasal 6, UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers di atas,” ungkap Emanuel Gobay melalui keterangannya, Jumat, [23/4/2021].

Gobay meminta Kapolri segera memerintah Kapolda Papua dan jajarannya untuk melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum sebagaimana diatur pada pasal 8, UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers di Papua.

“Kapolda Papua untuk segera melanjutkan pengaduan Victor Mambor dengan cara memerintahkan Bagian Cyber Craim Polda Papua menangkap dan memproses pelaku pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 29 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan pelanggara KUHP,” katanya.

Menurut dia, Kapolda Papua untuk segera melanjutkan pengaduan Victor Mambor dengan cara memerintahkan Bagian Direskrimum Polda Papua menangkap dan memproses pelaku pelaku pelanggaran Pasal 406 ayat (1), KUHP

Ia mengatakan, terlepas dari apakah pihak yang melakukan tindakan itu disebabkan karena pemberitaan ataupun motif lain yang pasti atas tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh pihak tententu diatas jelas-jelas telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia.

Gobay menegaskan, tindakan serangan digital, doxing, dan penyebaran selebaran di media sosial yang kontennya menyudutkan, mengadu domba, dan mengkriminalisasi redaksi Jubi maupun Victor Mambor secara terang-terang tergolong ke dalam kategori tindakan Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana diatur pada Pasal 28 ayat (2), UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

“Termasuk tindakan Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana diatur pada Pasal 29, UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu, terkait tindakan perusakan Mobil milik Viktor Mambor yang diparkir di tepi jalan samping rumahnya jelas-jelas masuk dalam kategori tindakan Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah sebagaimana diatur pada Pasal 406 ayat (1) KUHP.

Selain itu yang lebih parah lagi adalah pada hari rabu, 21 April 2021 pada pukul 00.00-02.00 WIT Mobil milik Viktor Mambor yang diparkir di tepi jalan samping rumahnya dirusak orang. Akibatnya, kaca depan dan kaca sebelah kiri depan-belakang hancur, diduga dipukul menggunakan benda tumpul. Pintu depan dan belakang sebelah kiri dicoret-coret dengan cat piloks orange.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Jayapura, Lucky Ireeuw menegaskan, diduga kuat teror yang dialami Victor terkait pemberitaan di Jubi soal penembakan guru di Beoga, Kabupaten Puncak dan berbagai pemberitaan selama ini berkaitan erat dengan pro orang asli dan tanah Papua yang tidak disukai pihak tertentu.

“Ini merupakan rentetan dari sejumlah serangan terhadap Victor maupun Tabloid Jubi yang terjadi sebelumnya, yakni serangan melalui digital, doxing, dan penyebaran flayer di media sosial yang kontennya menyudutkan Tabloid Jubi maupun Victor Mambor, mengadu domba, dan tuduhan untuk mengkriminalkan media maupun pribadi Victor,” ungkap Lucky Ireeuw. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *