Cari solusi, Jhon NR Gobai dialog bersama para nelayan Hamadi

Jayapura, [WAGADEI] – Guna mencari solusi yang terbaik, John NR Gobai, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua [DPRP] jalur pengangkatan melakukan kunjungan kerja bersama Koperasi Nelayan Mandiri [KNM] Provinsi Papua di Hamadi, Kota Jayapura, Papua, Rabu, [21/4/2021].

Gobai mengatakan,belum banyak rompon yang dimiliki orang asli Papua [OAP] tersedia sementara nelayan non masyarakat adat Papua menggunakan bagan atau rompong.

“Terkait dengan zona mencari ikan juga menyimpan satu masalah tesendiri. Hal itu terjadi karena daerah pencarian ikan yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat adat Papua,” katanya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Gobai menyatakan, kini pencarian juga dilakukan oleh masyarakat lain, dengan membayar kepada perorangan dalam bentuk uang bulanan bukan berupa iuran kepada suku pemilik wilayah adat dan juga tanpa membayar kepada pemilik wilayah adat.

Menurut ia, Kondisi ini juga sering menciptakan konflik antar nelayan Papua dengan nelayan non Papua, seperti yang terjadi di Pomako, Mimika pada [1/8 2017] silam. Karena itu perlu penetapan zona mencari karena pemerintah provinsi sesuai UU No 23 tahun 2014 memperoleh hak kelola sampai dengan 12 mill maka harus ditetapkan zona tangkap nelayan dengan Regulasi agar ada ruang tangkap bagi nelayan masyarakat adat Papua yg tidak boleh dimasuki oleh nelayan nusantara.

Dalam adat Papua, sejak turun temurun telah dikenal adanya ruang laut, tempat mencari ikan masyarakat adat dalam wilayahnya masing masing, diantara satu suku dengan suku lainnya. katanya

Hal itu diakui secara turun temurun oleh sesama suku, jika saling dimasuki oleh masyarakat adat dari wilayah adat lain, maka akan terjadi konflik.

“Namun dalam kenyataan saat ini pengelolaan laut di Papua, milik Masyarakat adat Papua belum diatur dalam regulasi oleh karena itu masyarakat adat yang bekerja sebagai nelayan terkadang tersingkir,” pungkasnya. [*]

Penerima: Yulianus Magai
Editor: Norbertus Douw

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares