PHP Dev Cloud Hosting

BEM UM Papua menolak gerakan militer dalam gereja di Papua

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – menyikapi pergerakan militerisme terhadap gereja-gereja di Papua, Badan eksekutif mahasiswa,Universitas Muhammadiyah Jayapura [BEM UM] Papua, menggelar jumpa pers, dan nyatakan Sikap dengan tegas, “ menolak pergerakan militer yang sedang dibangun oleh oknum-oknum tertentu untuk mengancam pergerakan umat Tuhan dalam gereja di Papua”.

Hal itu di sampaikan Yeremias Senin,Ketua Bem UM Papua dalam jumpa pers yang di gelar di Sekretariat Bem Um Papua Tanah hitam,Abepura,Rabu, [21/4/2021].

“ Belakangan ini, saya melihat aparat keamanan yang menjaga beberapa  gereja, ini gereja  bukan perbatasan, atau kantor militer, tapi gereja adalah rumah allah dan gereja tidak butuh keamanan. namun, kerena keamanan masuk sehingga pihak gereja menjadi takut dan trauma, akibatnya gereja di tutup, dengan itu kami meminta,  stop militerisme terhadap gereja di papua,”tegas yermias

Lanjutnya, “menteri agama seharusnya mampu atasi semua persoalan terhadap gereja ini,  tetapi dia diam, seperti kemarin bom di makasar, dapat pelaku di kasih biar tidak tidak lanjuti. di Papua, keamanan masuk dalam salah satu  gereja di kota jayapura dan pendeta mengaku bahwa gereja kami tutup.  Menanggapi  hal hal seperti ini, kami tegaskan Stop bangun-bangun gerakan yang membuat masyarakat trauma dan tidak beribadah,” pungkasnya

Sementara itu,Sekertaris bem dekson weby menambahkan,” di akhir akhir ini kebakaran gereja di Indonesia sudah banyk, salah satunya adalah bom yang hampir di bawah masuk dalam  gereja katedral, di makasar. dengan itu  tni polri yang sedang jaga di gereja dengan alasan ada covid 19  ini perlu di perhatikan bahwa  ini justru mengganggu jemaat. pada saat  jemaat beribadah, tni polri punya kantor bukan di gereja,  jadi tidak boleh ada yang menjaga gereja deng alasan keamanan atau covid. Pokonya, TNI/Polri stop membuat kantor sendiri di gereja-gereja di Papua,” tegas weby.

Aten kopno, mahasiswa UM Papua juga mengaku kecewa dengan sikap militer di gereja-gereja di Papua

“ kami sangat kecewa terhadap kelakukan militer dan aparat keamanan yang menakut-nakuti jemaat yang ada dalam gereja. Sehingga para petinggi militer dan keamanan segera tarik kembali TNI/Polri yang di tugaskan di gereja-gereja,”katanya.

Reporter        : Yulianus Magai

Editor             : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *