PHP Dev Cloud Hosting

Socrates Sofyan Yoman serukan pentingnya sekolah saat wisuda Seminari Baptis Kelas Wamena

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua mewisudakan 200 lebih lulusan pertamanya di Kelas Agamua kota Wamena, Jayawijaya, Papua pada Sabtu, [17/4/2021]. Ketua Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua sekaligus Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, Pdt. Dr. Socratez Sofyan Yoman mengucapkan selamat bagi para wisudawan dan wisudawati.

Menurut Socratez Sofyan Yoman seminari tersebut lahir untuk menjawab persoalan-persoalan dalam gereja Tuhan terutama di dalam gereja yang ia pimpin.

“Di atas batu karang yang teguh, alam maut tidak akan menguasainya dan kunci kerajaan surga ada di pundak bapa-bapak dan ibu-ibu yang akan wisudakan hari ini,” ujar Pdt. Dr. Socratez Sofyan Yoman.

Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua didirikan pada tanggal 9 Februari 2015 melalui pergumulan yang panjang, supaya gereja Baptis yang hadir di tanah Papua pada 28 Oktober 1956, kini sudah 64 tahun harus didukung.

“Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua adalah rumah kita, honai kita, pagar kita, sumur kita sehingga dia harus tetap eksis. Di dalam gereja Tuhan ini, kita kenal Tuhan, kita kenal tentang juruselamat, tentang jaminan hidup kekal, dan pengharapan kekal di dalam Kristus,” kata Yoman.

Melalui gereja Tuhan, kita akan mengetahui tentang kemanusiaan, kebenaran, keadilan, kasih, dan tentang kesamaan derajat.

“Kami mendirikan sekolah tanggal 9 Februari 2015. Ada tujuan, orang yang berpendidikan yang baik akan membangun bangsanya, membangun masyarakatnya, membangun sukunya, membangun gerejanya dan keluarga.
Ini wisuda yang pertama, jadi wisuda tanggal 7 April 2021 ada sekitar 30 orang di Jayapura. Dan di sini jumlah lebih banyak, sekitar 200 orang sungguh luar biasa. Ini kekuatan gereja Tuhan yang luar biasa,” ungkap Yoman.

Ia menepis rumor yang beredar di banyak kalangan bahwa Yoman hanya menyekolahkan hanya satu sementara saja hingga cepat-cepat mewisudkan.

“Ada orang bilang begini, pak Yoman ini kasih belajar hanya satu atau dua bulan saja baru wisudakan, itu tidak. Mereka kuliah bertahun-tahun sambil melayani di gereja itu bukan sekolah. Ada banyak yang keliru, dikira sekolah itu di gedung di situ,” ucapnya.

Ia berjanji wisudawan yang telah menyelesaikan strata satu bisa masuk kembali strata dua dan strata tiga. “Nantinya akan belajar lagi, yang tadi program S1, nantinya daftar lagi S2, dan yang sudah selesai S2 nantinya ada program MP (Magister Profesional),” ucapnya.

“Jadi betul-betul mengerti apa yang kita pelajari tentang bangsamu, tentang gereja Tuhan, tentang manusia, tentang tanahmu, tentang dirimu, harus mengerti. Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua hadir untuk itu,” ucapnya.

Ia mengatakan, Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua juga hadir bagi mereka yang diabaikan, tidak mendapat kesempatan yang baik untuk berpendidikan. “Jadi yang belum tahu membaca silahkan masuk di Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua,” kata dia.

“Karena sekolah Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua tidak butuh hanya yang tahu membaca saja.
Tidak ada orang yang bodoh, Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua hadir untuk itu, membuat orang semua harus pintar, membuat semua orang cerdas, harus mengerti tentang kehidupan,” kata Yoman.

Dengan seminari ini, kata dia, meminum air dari sumur kita sendiri, dan Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua harus jaga sejarah dan prinsip Baptis.

“Setipa gereja Baptis harus gunakan bahasa Lanni,” imbuhnya.

“Seminari Baptis ini jaga otoritas kitab suci, Firman Allah, Alkitab harus dijaga baik-baik. Semua harus dibangun diatas kitab suci Firman Allah. Jaga nilai-nila budaya,” kata dia.

Ia bahkan menegaskan banyak guru yang berbohong. Para guru tidak pergi mengajar di sekolah, saat mau ujian mulai raba-raba untuk susun soal ujian.

“Dan hasilnya SD, SMP, SMA dan setingkat itu sama saja, tidak tahu membaca dengan baik. Jadi akan buka dua sekolah untuk percontohan, namanya Baptis Omangen, kami akan buka di wilayah Tikoyowa. Secara resmi kita buka dulu. Salah satu Wendakwe dari wilayah tersebut siap jadi kepala sekolah,” ungkapnya.

Pendidikan bagi dia nomor satu dan paling utama pendidikan sehingga ia serukan sekolah amat penting, sebab pendidkan yang baik membebaskan bangsanya, membangun keluarganya, membangun gereja.

“Pendidikan harus nomor satu, Seminari Baptis Norman Sheila Draper Papua harus didukung. Rencana sekolah dibuka di Wilayah Tikoyowa dan beberapa wilayah harus di dukung. Sekolah, sekolah dan sekolah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yas Wenda
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *