PHP Dev Cloud Hosting

Damai di Papua dikikis oleh bunyi tembakan

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Damai itu indah namun manusia tidak mampu mengindahkan, maka mematikan begitu saja. Sedikit demi sedikit terkikis sehingga bumi manusia menguasai oleh amarah dan benci.

“Damai itu sendirinya berkata sayang saya tidak berguna lagi, manusia tak mampu mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya saya tetap menyala,” ujar salah satu pemuda Deiyai, Benediktus Adii kepada wagadei.com di Nabire, Senin, [19/4/2021]

Menurut dia, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mesti menyalakan damai itu bukan memandang atau menganggap tidak berguna. Jika damai itu mati, apa yang terjadi? “Kehidupan manusia akan mengarungi awan gelap seperti kehidupan warga Papua saat ini,” katanya.

“Aksi-aksi damai yang digelar oleh rakyat menuntut seadil-adilnya dari pemerintah pusat namun dihadang dan keluarkan tembakan bahkan berujung pada korban nyawa,” ujarnya.

Adii menyatakan Tanah Papua adalah Tanah Damai tetapi dibuat penyakit oleh orang-orang tak beretika. Negara kapan menjamin kedamaian di tanah Papua,

Menurut dia, jika negara tak mampu kendalikan kedamaian diatas tanah Papua biarkan rakyat Papua menentukan masa depan sendiri.

Tokoh pemuda Meepago Tinus Pigai mengatakan, dilihat dari konteks jaman ini rasanya kebohongan bukan lagi salah bahkan dianggap biasa. Negara ini suda berdarah daging dengan kebohongan sehingga hak masyarakat tidak lagi jernih tetapi kotor.

“Benar-benar damai di Papua terkikis oleh bunyi tembakan senjata, rasa kedamaian rakyat musnah dan hilang. Akibat alat tajam alias senjata milik negara indonesia. katanya.

Munurut Pigai, dengan demikian orang bergama hendaknya turut membantu, berperilaku jujur, dan terbuka. Namun kebenaran dan keadilan bagi rakyat tak berlaku [mati total] sehingga ada hanya duka dan derita yang panjang,”

“Kegelapan yang hebat dan luarbiasa sedang menutupi bumi cendrawasih, bunyi senjata berapi-api, dan jutaan nyawa manusia melayang. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia segera terselesaikan konflik Papua secepatnya,” pungkasnya. [*]

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *