Papua dalam lumpur darah

Sungai Wanogan

Sungai Mamberamo

Sungai Edege

Kali Balim

 

Warna mulai berubah

Menjadi kemerah-merahan

Makin menjadi-jadi

Mengalirkan merah darah

Tak henti

Menuju muara 

 

Dari sungai satu

Dari kali-kali kecil

Membentuk sebuah Danau

Bahkan Jadi Lautan

 

Siang dan malam

Berita duka menjadi santapan

Mati satu demi satu

Tanah dipenuhi kuburan

Menjadi Daratan tulang belulang

 

Aliran darah makin kencang

Jalan di atas darah

Makan dengan berdarah-darah

Tidur dalam darah

Hidup dalam lumpur darah

 

Yang empunya, keringkanlah!

Yeng empunya, hentikanlah!

Yang empunya, luputkanlah!

Yang empunya, bebaskanlah!

Karena bukan untuk itu, kami diadakan.

Oleh, Goo Egedy

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares