Mahasiswa Uncen, kami kecewa dengan sikap Kapolda dan DPR Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Mahasiswa universitas cenderawasih yang mengantar aspirasi rakyat terhadap penolakan 14 kursi Dewan perwakilan rakyat Papua [DPRP] mengaku, di hadang dan dibubarkan paksa Aparat keamanan dan Intelkam Polda Papua atas perintah Kapolda Papua dan Ketua DPR Papua,Jhon Banua, di depan kantor DPRP Jayapura,Jumat, [16/4/2021].

Manu Vara Iyaba,aktivis mahasiswa Uncen kepada Wagadei.com menjelaskan,” pukul 15:15,kami tiba di DPRP dengan tujuan antar aspirasi rakyat Papua,bertepatan dengan pelantikan DPRP 14 kursi jalur otonomi khusus. Alasannya, Karena 95% rakyat Papua tolak otonomi khusus,tapi hari ini para elit politik mengambil kebijakan mengatasnamakan rakyat untuk melanjutkan, padahal kenyataannya rakyat Sorong-Merauke tolak Otsus sepenuhnya,”jelasnya.

Lanjut dia, begitu kami tiba dan turundari bus, Intelkam Polda dan Pihak Polda tidak bernegosiasi, justru mereka melakukan tindakan kekerasan represif kepada kami. Katanya,atas perintah Kapolda Papua dan Ketua DPR.

“ kami sangat sayangkan tindakan tadi, karena Ketua DPR Sendiri terkesan justru menutup ruang demokrasi. iya, Kapolda dan Ketua DPR sendiri terkesan melanggar undang-undang yang berlaku di Republik ini,” pungkasnya.

Iyaba juga berharap kepada elit-elit politik untuk tidak mempolitisir suara rakyat untuk kepentingan perut sendiri.

“Elit-elit politik stop mempolitisir suara rakyat deng kepentingan perut. Karena dalam UU No.21 Tahun 2001, dalam pasal 7 sudah termuat, ketika Otsus berakhir kembalikan kepada rakyat. maka kami rakyat bersama mahasiswa,sudah sepakat tolak Otsus dan Negara Indonesia berikan hak penentuan nasib sendiri bagi kami rakyat Papua.

Gerson Pigai, yang juga aktivis mahasiswa Uncen menambahkan, Ketua DPR harusnya lebih hargai dan menghormati suara rakyat.

“ Ketua DPR stop main rakyat karena anda di pilih oleh rakyat,dari rakyat untuk rakyat,dengan besar harapan ketika dilantik bisa mendengar dan membela suara rakyat, tapi justru setelah bertahta ia justru lupa siapa yang membuatnya berada di kursi panas itu,” tegas Pigai.

Hari ini negara harus tahu, rakyat Papua sudah pintar, rakyat sendiri sudah menyaksikan kerja-kerja Otsus yang tidak menguntungkan bagi orang asli Papua.

“ kami tolak Otsus karena keberadaan Otsus di Papua itu tidak berhasil. Pendidikan mati,kesehatan mundur,perekonomian semakin tenggelam, karena dana yang katanya bernama Otsus itu di pakai oleh elit-elit politik untuk kepentingan perutnya sendiri. Jadi elit-elit politik stop tipu rakyat,” katanya.

Pigai juga turut menyayangkan, sikap Kapolda Papua  dan ketua DPR Papua yang memerintahkan aparat keamanan untuk menghalangi tujuan datangi MRP.

“ Kami kecewa atas tindakan aparat keamanan tadi padahal tujuan kami jelas, mengantar Aspirasi rakyat untuk menolak 14 DPRP jalur Otsus tapi justru di bubarkan dengan kekerasan. jadi, mohon kepada pihak keamanan untuk kembali pelajari undang-undang dan buka ruang demokrasi bagi orang Papua diatas Tanahnya sendiri,” tegas Pigai.

 

Reporter   :  Theresia F.F Tekege

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *