Panitia musorpma RPM Simapitowa pusat dibubarkan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Panitia musorpma rumpun pelajar mahasiswa siriwo mapia piyaiye topo wanggar [RPM SIMAPITOWA] Pusat di Jayapura resmi dibubarkan ketua Demisioner Hengki D. mote,di lokasi pembangunan asrama swadaya Rpm Simapitowa Abepura,Jayapura,kamis [15/4/2020].

Ketua demisioner Rpm simapitowa Jayapura,Hengki D.mote, mengapresiasi panitia musorpma Yang dari ketiadaan sudah bekerja keras untuk menyukseskan acara musorpma Hingga puncak acara pemilihan.

“ sangat bangga atas kerja keras panitia musorpma, karena adanya panitia ini, kami sudah sukses memilih kepengurusan baru dalam tubuh organisasi Rpm Simapitowa pusat di jayapura yang akan kita lantik beberapa minggu kedepan,” pungkasnya.

Ia juga berharap, Semua anggota harus bangun kerja sama dan relasi yang baik dengan senior, agar senior-senior kita bisa menuntun kita menjadi pemimpin diatas Tanah Papua dan tota Mapiha khususnya.

Ketua panitia musorpma, Petrus Tebay mengucapkan banyak  terimakasih kepada seluruh anggota RPM SIMAPITOWA PUSAT, senior,dan orangtua di Jayapura, yang sudah mengorbankan tenaga dan waktunya untuk membantu sukseskan acara musorpma ini.

“ Kepada semua tekan-rekam RPM simapitowa,Senior dan Orangtua, saya sangat berterima kasih tanpa kalian kegiatan ini tidak mungkin sukses. Saya juga meminta maaf, bila ada kesalahan dari awal kami dibentuk hingga acara puncak,semoga setiap kesalahan yang ada kita jadikan bahkan refleksi untuk bawa Organisasi ini lebih baik kedepan,”katanya.

Sekretaris panitia musorpma,Eman Magai mengatakan,” kedepan kita akan rebut yang lebih besar. Tetap Jaga kekompakkan,Salinger menghormati,dan menjaga relasi dengan teman-teman dari daerah lain, karena persatuan generasi muda sangat dibutuhkan, untuk menyikapi banyak persoalan di Papua saat ini,”ungkap magai.

di tempat yang sama,anggota RPM Simapitowa,Egenius Tebay menilai Musorpma Tahun 2021 Gagal karena tidak ada pembahasan AD dan ART.

“ Saya menyesal dan saya menilai panitia musorpma Gagal karena dalam kepanitiaan dan acara puncak, tidak ada pembahasan AD dan ART, padahal tujuan musorpma ini kan untuk bahas itu tapi panitia justru mengandalkan para senior untuk menyusun AD dan ART, namun hasilnya kita tidak lihat sampai hari ini,”ujar tebai.

Reporter : Yulianus Magai

Editor : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *