Yesus sudah ada di Papua dari dulu,bukan orang pendatang yang membawa Yesus ke Papua

  • Bagikan

 

      Yesus diimani orang Kristen 100% Allah:100% Manusia. Yesus dari konteks Anak Allah (Allah) datang menyelamatkan manusia dari belenggu dosa, kematian dan maut, sedangkan Yesus dari Anak Manusia membebaskan penusia dari penjajahan, penindasan dan kemalangan dunia dengan merasakan suka duka bahkan mengalami kematian seperti manusia. Dalam konteks keilahian Yesus hadir untuk menyelamatkan dunia, sedangkan dari konteks kemanusiaan Yesus membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan dan penindasan. Yesus datang untuk semua manusia, datang di segala tempat dan menyelamatkan semua manusia.

Dalam ajaran “Logos Spermatikos” benih keselematan ada di segala tempat (Roh Kudus berkarya di mana) di terlihat jelas kehadiran kaum religius tidak membawa Roh Kudus atau Tuhan Yesus, melainkan mereka datang untuk menyadarkan sekaligus memberitahukan dan meyakinkan Tuhan Yesus yang sudah ada turun-temurun, dari kekal sampai kekal demi keselamatan dan kemerdekaan manusia setempat. Dalam Kristologi kontekstual atau Kristologi “pengaslian” menjadi makin jelas, bahwa Kristus milik manusia setempat, maka entah siapa pun yang datang mewartakan Kristus tidak membenarkan diri demi Kristus dengan tujuan menindas rakyat setempat. Demi Injil tidak diperbolehkan membanjiri dunia lain dalam kurung waktu yang lama, bahkan ribuan hingga jutaan tahun. Di maka Yesus yang sudah ada dulu mempunyai caranya sendiri untuk hadir dan tinggalbersama umat setempat, makan kaum yang mengatakan diri sebagai “sok suci, beriman dalam” untuk berpikir lebih panjang dan jauh untuk tidak bakal berindikasi “pembohongan, penipuan dan bahkan penjajahan.” Biarkan rakyat setempat (orang Papua) sendiri hidup sendiri di tanah sendiri dengan Yesus yang sudah ada sejak dulu, bukan dibawa oleh orang luar. Sebab, Yesus yang dibawa orang luar dan Yesus yang sudah ada di Papua terlihat berbeda dalam penghayatan dan kesaksian. Yesus konteks Papua yang saat ini dibutuhkan adalah Yesus revolusioner yang benar benar memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kemerdekaan, tanpa menyembunyikan semua ini dalam dogmatisme dan penghiburan palsu yang meninabobokan bahkan mengalienasi hingga musnah di tanah sendiri.

Yesus Historis – biblis

Secara Historis, dikatakan bahwa Yesus dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria. Ia dilahirkan di Betlehem, saat itu Herodes menjadi seorang Raja. Yesus menghadapi tantangan yang berat, ketika itu direncanakan untuk dibunuh oleh raja Herodes.Anak di bawah umur dua tahun dibunuh, namun Yesus selamat karena mereka mengingkir ke Mesir. Dari Mesir mereka kembali ke Nazaret setelah mendengar berita bahwa Herodes telah meninggal. Yesus menghabiskan waktu hidup di Nazaret dengan ibunya bersama Yusuf ayahNya.

Yesus tampil di muka umum pada umurnya yang ke dua belas (12) tahun untuk menjalankan ajaran agama Yahudi. Saat itu, Yesus bersoal jawab dengan ahli-ahli Taurat dan Imam-imam Kepala. Ia terlihat cerdik dan Pandai, berhikmat dan semua penyampaianNya membuat pemuka agama takjub dan heran. Begitu asyiknya perdebatan, Ia lupa pulang berdaya ayah dan ibuNya. Ketika dicari kembali dan ditemui, Yesus hanya mengatakan “tidak tahukah kamu, bahwa Aku harus berada di rumah BapaKu?” Rupanya, Bait Allah adalah rumah BapaNya. Dikatakan bahwa semua yang disampaikan anak, Maria menyimpan dalam hati danerenungkan pula dalam hatinya.

 

Yesus selalu tumbuh besar dan dewasa. Ia semakin disayangi oleh manusia, juga oleh Tuhan, makin berhikmat. Ia mulai melakukan mujizat dan tanda-tanda yang mengherankan. Menyembuhkan orang yang sakit dan berpenyakitan, memperbanyak dan memberi makan kepada yang lapar, membangkitkan orang mati. Perbuatan menakjubkan ini membuat makin banyak manusia menjadi pengikut, di samping makin membuat pemimpin agama maupun pemerintahan kehilangan simpati rakyat.

 

Pada umur tiga puluhan Yesus tampil dalam usaha penyelamatan dan pembebasan bangsa manusia. Dalam usaha penyelamatan, Yesus ditentukan wafat di salib, maka Yesus memulai jalan itu dengan sebuah perayaan yang akan dikembangkan, yakni “perjamuan malam” (makan paskah) dengan murid-muridNya. Yesus merasa penting untuk makanan bagi tubuh dan sebuah kebersihan bagi tubuh, di sini Yesus memberi makan dan sekaligus membasuh kaki murid-muridNya.

Selanjutnya, Yesus masuk dalam sebuah pergulatan batin di taman Getzemani. Yesus bermufakat dengan BapaNya, apa yang terbaik untuk dijalankan. Ternyata jalan salib adalah yang terbaik bagi BapaNya, maka dalam batin yang tak sanggup Yesus menangis darah menyanggupi keputusan BapaNya, mengiyakan untuk memanggul salib. Saat itu, murid yang bersama Yesus sudah tidur, tidak berjaga dan ada bersama Yesus. Dikatakan bahwa Yudas menghianati Yesus dengan tiga keping logam.

 

Yudas yang mengkhianati Yesus datang dengan imam-imam kepala dan Ahli Taurat dengan para algojo saat itu. Ia ditangkap dan diadili hukuman mati. Ia didera, dipukul, dicaci maki, diludahi, diajukkan tuduhan-tuduhan palsu, disiksa, bahkan hingga disalibkan dan wafat di salib. Pilatus sempat membela Yesus, namun masa yang berniat menyalibkan Yesus tak dapat dibendung. Maka, Yesus dijatuhi hukuman mati dan dikatakan bahwa Yesus bangkit pada hari ketiga sesuai penglihatan para murid sekaligus penampakkanNya kepada para Murid.

Yesus Teologis

a. Teologi Dogma

Yesus secara dogmatis sesuai yang diajarkan Alkitab, oleh tradisi dan magisterium Gereja, bahwa bahwa Yesus dalam “Trinitas” berjuang membarui muka bumi dari belenggu dosa. Di mana sesuai ajaran Ignasius dari Loyola mengatakan, “dalam sidang agung sang ilahi: Bapa, Putra dan Roh Kudus” Yesus ditentukan turun ke dunia untuk membalikan atau membawa kembali manusia yang tersesat oleh dosa.

Yesus datang ke dunia kerena melihat manusia yang kehilangan kodrat keilahian. Manusia sebagai anak Allah (gambar dan rupa Allah) hilang, sehingga manusia berbondong- bondong ke maut. Untuk membalikan atau mengembalikan manusia kembali ke Allah, Yesus datang ke dunia sebagai Adam kedua, setelah Adam pertama memasukan manusia dalam kuasa dosa dengan memakan buah terlarang.

Akbibat kejatuhan manusia dalam dosa, manusia punya kecenderungan untuk berbuat dosa, maka Gereja menganjajarkan pentingnya “pengakuan dosa”. Umat Allah diminta untuk mengakukan dosa untuk dibebaskan dan memperoleh keselamatan. Sakramen pengakuan dosa “rekonsiliasi” ini penting demi perdamaian dengan manusia, alam dan Tuhan sendiri. Sehingga kerupaan manusia dengan Allah tetap di jaga.

Yesus hadir di dunia merebut manusia yang telah kehilangan keserupaan Allah akibat dosa. Supaya manusia senantiasa merawat dan terus menjalin kembali hubungan yang baik dengan Allah. Manusia memperoleh kembali jalan menuju Allah. Di mana Yesus menjadi pengantara (jalan) satu-satunya untuk mencapai Allah.

Yesus mengalahkan maut dan dosa dalam perjuangan memikul salib ke gunung Golgota, wafatNya di Salib. KebangkitanNya yang pertama, menjadi yang pertama membuka pintu maut untuk membangkitkan semua orang dari dosa dan kematian, sehingga berkat kasih karunia dan kerahiman Allah, semua manusia memperoleh hidup yang kekal dalam Kerjaan Allah.

b. Teologi Kontekstual

Di samping Yesus dilihat secara holistik, mistik dan religius dalam dogma Gereja, Yesus dalam versi kontekstual (lokal) perlu dipahami sebagai yang hadir di mana-mana dan ada di setiap manusia, sepanjang waktu di semua tempat. Kehadiran Yesus tidak dapat dibatasi dalam “kurung waktu tertentu dan daerah tertentu”, sebab telah menjadi tokoh Spiritual yang tersohor dan dihormati di seluruh dunia. Karena itu, mengimani Yesus dengan budaya dan konteks amat penting dan mendesak di samua tempat, baik secara individu, juga kelompok.

Untuk konteks Papua, Yesus Kristus diimani dalam kondisi real dan dalam semua ciri/corak keberadaan orang Papua. Yesus hadir dalam wajah Orang Papua (Melanesia), datang untuk memberi makan, minum, menyuburkan tanah dan menumbuhkan tanaman, datang menjaga hutan sagu, menjaga gunug, Dia yang menjaga kali, menjaga rumah, kebun dan menjaga setiap manusia Papua untuk senantiasa berbuat baik, berbuat kebajikan, membantu orang lain, berbelas kasih kepada sesama.

Yesus Papua adalah Dia yang ada bersama orang Papua. Dia yang tidak membiarkan orang Papua di mana pun. Yesus orang Papua ini menjaga pasangan kelurga baru, menjaga perempuan yang mengandung, menjaga saat melahirkan, menjaga saat menyusui, menjaga saat bayi, menjaga saat kanak-kanak, menjaga saat muda, menjaga saat dewasa sampai mati dalam kubur dan sampai dibangkitkan oleh-Nya. Yesus tahu semua orang Papua, Ia persis mengenal per individu, Ia menyebut dan memanggil setiap saat dengan namanya. Ia memanggil setiap orang untuk berbuat baik, saling menolong dan saling membebaskan. Yesus mengenal persis tanah Papua, tanah yang kering diairiNya, tanah yang tidak subur Ia memberi pupuk, Ia mengenal semua pohon, batu, dan semua- semua yang ada di dalam alam Papua ia mengenalnya. Semua ekosistem, margasatwa dikenalnya satu persatu. Yesus tahun kepemilikan dalam wilayah adat.

Karena itu, Yesus menegur kalau orang lain mencuri. Yesus menegur tidak seperti seorang guru menegur murid ke I Sekolah Dasar (SD) dari depan kelas, Ia menegur sungguh lembut, dari lubuk hati ke lubuk hati, pencuri tahu bahwa dia sedang mencuri saat itulah Yesus menegur. Misalnya saat Emas dicuri, saat kayu dicuri, saat ikan dicuri, dan lain-lain. Semua ada di bawah teguran. Manusia tidak. Menghiraukan teguran Yesus Papua. Mungkin menunggu kutukkan Yesus Papua, seperti Allah mengutuk kota Sodom dan Gemora, atau Yesus mengutuk Yerusalem.

Orang Papua menyaksikan semua tindakan pencurian, tapi biarkan Yesus yang mengeksekusi. Orang Papua tinggal mengadu, meminta Yesus mengadili semua dengan doa dan puasa. Yesus yang mengenal hati orang Papua satu persatu, mendengarkan keluhan, mendengarkan pengaduan dan Yesus mengadili semua perkara. Yesus tidak jauh, Yesus ada di Papua, ada dalam alam Papua, ada dalam hati manusia Papua. Yesus mengenal setiap Individu yang ada di Papua.

Yesus orang Papua, hati, pikiran, tubuh sama dengan orang Papua. Yesus merasakan apa yang dirasakan orang Papua, Yesus mimikirkan apa yang dipikirkan orang Papua, Yesus menginginkan apa yang diinginkan orang Papua. Semua dipendam sejak dulu, dalam kepedihan, dalam kejengkelan, dalam kekecewaan, dalam keprihatinan, dalam keganasan. Sudah saatnya Yesus orang Papua bertindak, mengadili semua orang Papua, mengadili semua orang di Papua: menyembuhkan yang sakit, membuka mata bagi yang buta, mengatakan tahun Rahmat Tuhan datang bagi yang tidak sadar, mengatakan tahun pembebasan bagi yang menjajakan, membuka pintu kubur bagi yang mati.

Yesus membuat semua sama, serupa dan segambar dengan Allah. Tidak ada manusia super, kelas tinggi dan rendah, kelas atas dan bawah, nomor satu dan dua. Yesus akan membuat semua bangsa merdeka, tiada ada penjajah dan yang dijajah, tidak ada yang lapar dan kenyang, tidak ada yang kuat dan lemah. Iman orang Papua mengatakan, Yesus Papua akan segera melakukan semua dengan segera. Dihimbau kepada orang Papua untuk turut andil dalam doa dan puasa yang sedang dilaksanakan. Semua orang Papua wajib menjadi suci, memasuki negara dan agama suci.

 

Oleh : Marius Goo

Penulis adalah guru agama pada sebuah SD di Meuwodide

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *