Misa inkulturasi paskah Mee Kamuu: kerahiman Allah itu,”diko Ugatame” bagi Papua

  • Bagikan

Mowanemani, [WAGADEI] – Umat Katolik Paroki Sto.Petrus Mauwa dan Sta.Maria Ratu Rosari Idakebo,mengadakan Perayaan misa syukur inkulturasi paskah , yang di hadiri oleh semua umat dua paroki dan Kamuu, dan utusan paroki-paroki Dekenat Kamapi, Keuskupan Timika,Minggu,[11/4/2021] bertempat di Gereja Sto.Petrus Mauwa,Dogiyai.

Perayaan Inkuluturasi Paskah Mee-Kamuu dipimpin,P.Rufinus Madai,Pr [Pastor Paroki Sang Penebus Timeepa], P.Fransiskus Utii.Pr [Pastor paroki Sto.Petrus Mauwa] dan Fr.Yohanes Kayame,Pr [Frater Toper Timeepa]. Umat sangat antusias mengikuti Paskah Nuansa Mee-kamuu ini dengan menghidupkan nilai-nilai budaya.

Dalam Kotbahnya, P.Rufinus Madai mengatakan, kita bergembira, kita berbahagia karena kita tinggal dalam “Diko” Allah. Diko artinya Rahim Allah. Semua manusia Papua, ada dalam kerahiman Allah. Tanah Papua adalah kerahiman Allah. Semua manusia Papua bernaung dalam kerahiman kasih Allah.

“Semua manusia, segela kehidupan di atas tanah Papua ada dalam kasih Allah, untuk terhindar dari musuh, kejahatan, panas hujan, dingin dan lapar. Dalam Rahim-Nya Allah, semua manusia menjadi kuat, kenyang,merdeka dan selamat,”Ujarnya

Pastor rufinus berharap,Semua manusia ada di dalam rahim Allah, maka semua manusia wajib menjaga perintah-perintah Allah di Tanah Papua dan Daerah Kamuu-Mapia khususnya.

“ Diharapkan untuk tidak merusak atau merabik rahim Allah dan menjaga untuk tetap utuh. Dengan demikian, semua manusia hidup dalam kekudusan baik di dalam pendidikan, keagamaan, kebudayaan secara individu, keluarga juga kelompok,. Di dalam kerahiman Allah juga, kita menerima kabar baik dengan mengatakan “damai sejahtera bagi kita semua”. Damai sejahtera bagi kita semua ini adalah pesan Koya [damai],ayii [selamat] mobu [kenyang saat ini dan nanti],tani [terang],”Pungkas Madai.

Ia menghimbau umat, untuk tidak meninggalkan Gereja, apa pun alasannya.

Menurutnya, “ hanya melalui Gereja, kita semua akan mendapatkan kekenyangan. Melalui Gereja Umat akan merasa mobu [kenyang] di bidang pendidikan, ekonomi, budaya, sosial, dan lain-lain. Hanya melalui Gereja kita akan mendengarkan berita tentang kebengkitan Kristus, hidup sesuai dengan yang diwartakan dan selanjutnya kita akan sampai keselamatan yang darang dari Allah,”katanya.

Ketua dewan paroki Mauwa,Saverius Adii dalam kesan-pesannya mengatakan,” tujuan melaksanakan kegiatan Paskah Nuansa Mee Kamuu, untuk mengajarkan anak muda sekarang yang tergilas oleh perkembangan dunia modern untuk tidak lupa akan identitas dan jati dirinya,”Imbuhnya.

Adii juga berharap, orang tua dapat mengajarkan budaya Mee kepada generasi sekarang, supaya 10-20 tahun kedepan budaya ini tidak hilang begitu saja diterpa zaman.

Tim Pastoral Dekenat Kamuu Mapia Piyaiye, Diakon Markus Auwe menambahkan, tujuan lain dilaksanakannya inkulturasi ini, untuk mentransfer budaya kepada anak muda.

“Mau mencetak anak muda menjadi “nasionalis” atas budaya,supaya anak Mee dapat mencintai budayanya sendiri. Saya ingin,pengkaderan terhadap anak muda Mee harus dilakukan agar Gereja Mauwa secara khusus dan Gereja meuwodide dan Papua tidak terasing bagi mereka untuk tanamkan nilai-nilai budaya dalam iman iman katoliknya yang Kudus dan apostolik itu,”Katanya.

Akhirnya,P.Fransiskus mengakhiri sambutan deng mengatakan,“hanya dalam Allah, pondasi, dasar, dan akar untuk kita menjadi kuat sampai pada kemerdekaan dan keselamatan dalam Nama TUHAN yang menjadikan Tanah Papua diatas Bumi Cenderawasih yang cantik ini. Tetap Jaga diri,dan hidupkan nilai-nilai budaya dan Agama dalam hidup ini,”ujarnya.

Reporter : Marius Goo

Editor : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *