Untuk apa DPR Papua mau pergi ke Amerika?

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Mahasiswa Papua mempertanyakan perjalanan Dewan Perwakilan Rakyat Papua [DPRP] ke Washington, Amerika Serikat [AS].

Rencana perjalanan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan oleh DPRP per tanggal 12 Maret 2021 yang ditujukan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat di KBRI Washington DC, Amerika Serikat.

Erwin Kuan, perwakilan mahasiswa Universitas Cenderawasih [Uncen] Jayapura mempertanyakan dalam rangka apa perjalanan DPRP ke Amerika Serikat? Apakah benar mengunjungi para mahasiswa asal Papua di Amerika yang dibiayai oleh uang Otsus ataukah hendak bersenang-senang di tengah pandemi Covid-19 dan saat panasnya masalah Otsus.

“Kami mengimbau kepada DPR Papua untuk kaji saja aspirasi dari rakyat dan mahasiswa Papua yang masuk Ke DPR Papua selama ini,” ujar Erwin Kuan kepada wagadei.com, Kamis, [8/4/2021].

Kuan menegaskan, jika hendak bertemu para mahasiswa di Amerika Serikat mestinya manfaat saja aplikasi zoom untuk melakukan tatap muka secara daring.

 

“Soal keberpihakan Otsus tidak perlu DPRP cari data keluar negeri. Kaji dan bahas saja aspirasi dari rakyat dan mahasiswa selama ini yang masuk ke DPRP,” kata Erwin.

Jika dilihat secara kasat mata, orang yang mengurus mahasiswa di luar negeri adalah Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Badan pengeloaan Sumber saya Manusia [BPSDM], DPR Papua hanya mengawasi.

“Jadi DPR Papua stop hambur uang rakyat. Tolong utamakan penanganan masalah-masalah yang akhir-akhir ini terjadi di tanah Papua, daripada pergi mengurus mahasiswa yang sudah terurus dan nyaman di luar sana,” ungkapnya.

Perwakilan mahasiswa USTJ, Hebron Tabuni turut mempertanyakan perjalanan DPR Papua ke AS. Menurut dia, perjalanan DPR Papua hendak ke negara Adi Kuasa AS untuk apa?

‘Apakah data keterpihakan Otsus selama ini yang dikaji oleh mahasiswa Uncen dan USTJ belum cukup? Sehingga harus mencari data ke luar negeri? Kan kami sudah antar data hasil kajian kepada MRP dan DPRP untuk dibahas, atau jangan-jangan itu belum dipresentasikan oleh Komisi I DPR Papua,” kata Tabuni.

Pihaknya meminta berhenti menghambur-hambur uang karena banyak dinamika kekacauan di tanah Papua yang saat ini membutuhkan sentuhan tangan semua orang seperti masyarakat di Nduga dan Intan Jaya.

“Hari ini DPRP tidak jelih melihat kondisi hari ini di Papua. Padahal DPRP ini kan perwakilan rakyat,” ujarnya.

Menurut dia, jika DPRP hendak melakukan perjalanan ke Amerika dengan alasan dengar pendapat dan pandangan perkembangan mahasiswa beasiswa Otsus, diyakini alasan yang salah.

“Kalau mau dengar pendapat, kenapa DPRP tidak kumpulkan mahasiswa di dalam negeri dan tanyakan keterpihakan Otsus kepada rakyat kecil di Papua selama ini? Karena yang kami tahu hari ini, yang sekolah di luar negeri sebagian besar adalah anak-anak dari pejabat Papua,” ujar Hebron. [*]

 

Reporter: Theresia F. Tekege
Reporter: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *