Orang mabuk dan miskin itu saudaraku

  • Bagikan

Orang-orang mabuk dan miskin dijalan,

Yang tinggal dalam selokan,

Yang kalah dalam pergulatan,    

Yang diledak oleh impian,

Janganlah mereka ditinggalkan.

Angin membawa bau baju mereka,

Rambut mereka melekat di bulan purnama,

Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,

Para miskin dan pemabuk berkeliaran

Mengusap debu di jalan tua

Janganlah mereka ditinggalkan

Orang-orang miskin dan pemabuk.

Dianggap pendosa yang harus dihindari

Bayi gelap dalam batin 

Rumput dan lumut di jalan raya

Yang selalu diabaikan dari Gereja

Bila kamu remehkan mereka

Untuk apa ada paskah.

Karena Tuhan Yesus mati demi mereka

Di jalan kamu akan di buru bayangan.

Jangan bilang Gereja ini mengajarkan kasih

Karena orang miskin dan pemabuk berkembang dikota dan desa

Jangan bilang Gereja ini mengajarkan kasih,

Jika Gereja memandang para pemabuk dan miskin adalah pendosa yang harus di hindari,

Jangan bilang dirimu kaya

Bila tetanggamu masih cium bau sampah di jalan,

Janganlah mereka ditinggalkan

   

Orang-orang mabuk dan miskin berbaris disepanjang jalan,

Bagai udara panas yang selalu ada,

Oh….Gereja kenangkanlah

Orang-orang mabuk dan miskin di jalan

Juga berasal dari Allah.

 

                                             

Karya :  Antonius Tebai

Penulis adalah mahasiswa stpk Papua, Penulis pemula asal(Mee-pago) Mapiha, kini tinggal di Jayapura.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *