Karyawan PTFI asal tujuh wildat Papua tegas tolak Vaksin

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Karyawan PT. Freeport Indonesia [PTFI] asal tujuh wilayah adat Papua menolak dengan tegas pihaknya divaksin Sinovac.

Pihaknya bahkan meminta membuka kembali subsidi daerah otonom [SDO] mewakili seluruh karyawan PTFI Lowland [LL] dan Highland [HL].

Kordinator aksi, Marselus Bukega mengatakan, penolakan tersebut berujung pada pemalangan lokasi Ridge Camp Mile 72 Tembagapura pada jam 06:20 – 09:00 WP pagi tetapi tidak merusak aset perusahaan.

Aksi tersebut didampingi aparat keamanan yang turun ke lokasi kantor Human Resources Development [HRD] 68 Tembagapura.

“Kemudian, jam 10 : 25 WP serahkan sepangkal Surat berisi aspirasi yang dibuat oleh karyawan PTFI berbunyi “menolak tegas suntik Vaksin dan minta SDO dibuka kembali,” ujar Marselus Bukega kepada wagadei.com. Rabu, [07/04/2021].

Ia mengatakan, surat tersebut pihaknya serahkan langsung kepada Managemen PTFI Senior Vice President, Claus Wamafma dan direktur PTFI, Clementino Lamury. Penyerahan di depan Kantor HRD Tembagapura.

“Setelah itu karyawan minta tanggapan dari manjemen tentang aspirasi tersebut. Direktur PTFI, Clementino Lamury menyatakan vaksinasinya tergantung karyawan mau divaksin atau tidak,” katanya menirukan.

Ia mengaku pihaknya belum puas karena surat resmi belum dikeluarkan Interoffice Memorandum. “Dengan catatan dari karyawan tujuh suku apabila beberapa hari kedepan tidak keluar di Interoffice Memorandum akan diadakan aksi pemalangan secara besar besaran” katanya. [*]

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *