Aksi tutup Freeport dibubarkan Kepolisian, mahasiswa kecewa

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Aksi damai dengan agenda menutup PT. Freeport Indonesia akhirnya dibubarkan aparat Kepolisian di tiga titik aksi, diantaranya terminal Ekspo Waena, putaran taksi Perumnas III Waena dan halaman auditorium Uncen Abepura Jayapura, Rabu, [7/4/2021].

 

Yops Itlay, Ketua BEM Uncen kepada awak media mengatakan, pihaknya sangat kecewa besar atas tindakan kepolisian itu. Pasalnya hal itu justru membatasi ruang demokrasi di negara Republik Indonesia ini.

 

“Kami tidak melakukan aksi anarkis, kami melakukan aksi yang bermartabat untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah Provinsi Papua dan pihak-pihak yang bersangkutan, bukan demo ini ditujukan kepada TNI dan Polri yang datang bungkam ruang demokrasi kami,” ujar Itlay.

 

Pihaknya meminta kepada pihak aparat keamanan untuk memegang teguh semua peraturan perundang-undangan menjamin kebebasan berpendapat di muka umum.

 

“Kepada Pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan, segera buka ruang demokrasi sebebas-bebasnya terhadap rakyat Papua,” kata dia.

 

Koordinator lapangan aksi mahasiswa Uncen, Gerson Pigai juga mengungkapkan hal senada. Ia mengaku, kecewa dengan aparat keamanan yang dengan wewenang-wenang membubarkan massa aksi tanpa alasan yang jelas.

 

“Kami kutuk tindakan wewenang-wenang yang dibuat oleh aparat keamanan kepada rakyat Papua dan terlebih khusus kepada mahasiswa Papua yang membungkam ruang demokrasi bagi kami untuk menyampaikan pendapat dan persoalan yang besar untuk Tanah Papua,” katanya.

 

Wartawan wagadei.com telah berupaya mengkonfirmasi Kapolsek Abepura dengan datangi Mapolsekta Abepura namun yang bersangkutan tak berada di tempat.

 

Dilansir wartaplus.com, guna mengantisipasi rencana aksi demo yang akan menyuarakan tutup Freeport, pada Rabu (7/4/2021) pagi. 300 aparat gabungan di terjunkan Kepolisian Polresta Jayapura Kota.

 

Kabag Ops Polresta Jayapura Kota AKP Langgeng Widodo ketika dikonfirmasi menyebutkan personil yang di libatkan dalam antisipasi aksi demo berjumlah 300 orang baik dari TNI maupun Polri. “300 di siapkan, yang mana kami libatkan rekan TNI serta perkuatan dari Dalmas dan Brimob Polda Papua,” ucapnya.

 

Ia pun menilai aksi yang hendak dilakukan dengan tujuan menyuarakan tutup Freeport secara kajian normal hukum untuk pemberitahuan aksi yang dilakukan tidak memenuhi syarat, oleh sebab itu aksi ini tidak diijinkan. [*]

 

 

Reporter: Yulianus Magai

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *