PHP Dev Cloud Hosting

HUT GKII, kemandirian Klasis Mapia harus bangkit

  • Bagikan

Dogiyai, [WAGADEI] – Gereja Kemah Injil Indonesia [GKII] Klasis Mapia, Kabupaten Dogiyai memperingati acara hari ulang tahun [HUT] kemandirian yang ke-59 bertempat di Jemaat Bibiyepa, Bomomani, Mapia induk, Selasa, [6/4/2021].

Dalam acara perayaan turut hadir Kepala Distrik Mapia, Kapolsek Mapia dan jajarannya, Koramil Mapia, maupun puluhan Hamba Tuhan beserta ribuan anggota jemaat.

“Sebelum 59 tahun ke bawa segala sesuatu berkaitan dengan kegiatan rohani semua diambil alih oleh misionaris Kristen dari Kanada. Namun, hari ini [6 April 2021] merupakan hari pembebasan bagi GKII wilayah III Papua lebih khususnya Klasis Mapia,” ujar ketua Klasis Mapia Pdt. Amos Magai dalam sambutannya.

Setelah 6 April 1961 pihaknya bisa beritakan Injil dengan berkotbah, bisa baptis dan bisa lakukan kegiatan rohani lainnya dengan secara mandiri.

Pdt. Otto Tebai dalam renungannya mengambil tema ‘Kebangkitan Yesus Kristus mengalahkan maut’ yang dipetik dari kitab perjanjian baru yakni [Roma 6 : 9 dan 10].

Sekretaris Klasis GKII Mapia, Kansus Mote mengatakan pihaknya membacakan sejarah masuknya Injil di Papua, namun pada kegiatan berikutnya hanya rayakan HUT.

“Kami adakan untuk baca sejarah akan lakukan pada setiap 13 Januari,” ujarnya.

Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada kepala Distrik Mapia, Kapolsek Mapia dan Koramil Mapia atas keamanan dan kenyamanan wilayah Mapia sehingga kegiatan besar seperti ini bisa laksanakan dengan baik dan lancar.

Kepala Distrik Mapia, Jhon Butu menyarankan kepada pimpinan agama tingkat wilayah maupun daerah, kedua Jemaat yang sementara masih pecah belah yakni Sion wogei dan Imanuel Magode agar kedepannya mereka juga bisa mengikuti kegiatan dengan baik.

“Segera menyurati dan tanyakan pada pihak ketua Jemaat disana, apakah kamu mau berpartisipasi dengan Klasis Mapia timur atau di Mapia induk? Agar mereka juga kenyang dengan haus Firman Tuhan,” katanya tegas.

Lanjut Butu, sesuai dengan tema yang di tempelkan pada spanduk bahwa [Kebangkitan] bangkit berdiri dari segala bidang dalam kegiatan apa saja yakni iman, pendidikan bahkan ekonomi.

“Bukan saya ajak untuk lakukan namun kami sebagai pemimpin atau pemerintah harus sampaikan ke publik,” katanya. [*]

Reporter : Musa Dumukoto
Editor : Norbertus Douw

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *