PHP Dev Cloud Hosting

Besok, rakyat Yahukimo bakal demo tolak Otsus jilid II

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Merujuk pasal 77 Undang-undang Otonomi Khusus [Otsus] bahwa ketika Otsus berakhir, maka serahkan kepada rakyat, rakyat Kabupaten Yahukimo yang tergabung dalam solidaritas pemuda peduli Yahukimo dan himpunan mahasiswa alumni Jawa, Bali dan Sumatera siap duduki kantor DPRD Kabupaten Yahukimo di Dekai besok, Rabu, [7/4/2021].

 

Kordinator solidaritas pemuda Yahukimo Otniel Sobolim mengatakan, tersebut penolakan terhadap adanya wacana merevisi bahkan memperpanjang Otsus yang dilakukan oleh pemerintah pusat bekerjasama dengan DPR Republik Indonesia dan DPD Republik Indonesia.

 

“Besok kami akan turun jalan, siap duduki kantor DPRD walaupun para DPRD ada di luar Yahukimo,” ujar Otniel Sobolim kepada wagadei.com melalui selularnya, Selasa, [6/4/2021] malam.

 

Sobolim mengaku, pihaknya telah mengetahui bahwa semua DPRD setempat tak ada di Dekai, lantaran pengesahan APBD tahun 2021 di Jayapura.

 

“Ada informasi semua DPRD tidak ada di sini, Yahukimo tapi kami akan turun demo penolakan Otsus, kami punya agenda sudah matang. Hanya tinggal sampaikan aspirasi rakyat Yahukimo kepada DPRD,” kata dia.

 

Ia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan bagaimana Otsus berjalan selama 20 tahun di tanah Papua yang tak berpihak kepada orang asli Papua [OAP] justru rakyat jadi korban di mana-mana.

 

Menurut dia, bukan hanya kali ini saja para wakil rakyat itu tinggalkan Yahukimo. Biasanya hampir tiap saat tak berada di tempat. “DPRD sebagai perwakilan rakyat harus ada di tempat, agar keluhan rakyat disampaikan tetapi semua ada di luar daerah,” ucapnya.

 

Ia menegaskan, pihaknya harus bersuara tolak Otsus lantaran tak lama lagi pemerintah pusat bakal melakukan perpanjangan Otsus tersebut.

 

“Isi hati rakyat Yahukimo belum didengar. Ini akan berdampak besar, sehingga sebaiknya DPRD, dalam hal ini komisi A bidang hukum dan HAM harus ada dan menerima aspirasi,” kata dia.

 

Perwakilan mahasiswa Yahukimo z Elius Pase menegaskan, agenda aksi damai tidak ditunggangi oleh pihak mana pun, namun murni dari mahasiswa dan pemuda.

 

Ia mengatakan, telah lama pihaknya melakukan kajian Otsus yang sedang berjalan, bahkan rencana perpanjangan, tetapi juga soal pemekaran daerah otonom baru (DOB)

 

“Kami mau serahkan hasil kajian ilmiah oleh kami, bahwa Otsus yang sedang berjalan tidak berhasil yang ada dana Otsus telah habiskan orang Papua. Perpanjangan juga akan menambah luka rakyat, begitu juga dengan pemekaran daerah, justru akan menambah orang Jawa ke Papua. Untuk itu hasil kajian ini akan sampaikan kepada DPRD,” ungkapnya. [*]

 

Reporter: Abeth A. You

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *