Kornus BEM Se-Papua dan Papua Barat, Media jangan berasumsi berlebihan terhadap Gubernur Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Koordinator Nusantara Badan Eksekutif Mahasiswa [KORNUS BEM] Se-Papua dan Papua Barat mengingatkan, media Indonesia stop berasumsi liar soal perjalanan Gubernur Papua Lukas Enembe ke PNG. Gubernur Papua dua periode ini sudah mengaku salah, tapi demi kesehatannya ia harus melakukan perjalanannya ke PNG untuk terapi.

Hal ini disampaikan oleh koordinator BEM se – Tanah Papua dan Papua Barat, Unas Tabuni kepada wagadei.com, Sabtu [3/4/2021].

Unas Tabuni menegaskan media-media yang struktur redaksinya tidak jelas justru meluaskan isu yang tidak benar terkait Gubernur Lukas Enembe.

 

“Karena kita (orang Papua) semua tahu beliau sakit, dalam jangka waktu yang lama. Beliau juga pernah berobat ke Jakarta, namun belum kunjung sembuh. Maka dia melakukan perjalanan ke PNG hanya untuk berobat (terapi kakinya yang sakit),” kata dia.

Lanjutnya, sebagai orang Papua yang mempunyai ras yang sama dengan orang PNG juga karena kedekatan emosional yang kental, maka perjalanan masyarakat Papua dan PNG selama ini dianggap sah-sah saja.

“Karenya Gubernur melakukan hal sama, seperti yang dilakukan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Unas juga mengingatkan, Pemerintah Republik Indonesia Jangan kejar-kejar dan buat ruang gerak semakin sempit, untuk Gubernur. Saat ini ia butuh dukungan dan doa dari semua orang.

“Stop bikin penekanan terhadap pak Gubernur. Kata-kata terakhir di video itu sudah jelas. Beliau mengatakan, kamu lihat sayakah tidak, saya mau mati ini. Kata-kata seperti ini, sebenarnya seorang pimpinan tidak harus ungkap, tapi ia ungkapkan saja karena merasa negara lebih pentingkan urusan kenegaraan, dibanding kesehatannya yang sudah semakin parah,” tegas Tabuni.

Lanjut Unas, jika karena alasan ini, negara memproses Gubernur Papua, maka mahasiswa bersama rakyat papua akan demo besar-besaran di Republik Indonesia. [*]

Reporter  : Yas A.Wenda

Editor       : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *