PHP Dev Cloud Hosting

BP terpilih PMKRI Cabang Jayapura; Kami akan fokus kaderisasi

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia [PMKRI] Santo Efrem cabang Jayapura periode 2021 – 2022 bertekad fokus  dalam kerja-kerja kemanusiaan melalui Kaderisasi Intelektual Populis yang dijiwai nilai-nilai Kekatolikan.

Metode itu untuk mewujudkan keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati yang merupakan misi PMKRI itu sendiri.

Hal ini disampaikan Martinus Mabel, Ketua terpilih PMKRI Cabang Jayapura kepada wagadei.com, Sabtu [3/4/2021].

“ lSaya sendiri terpilih melalui Rapat Umum Anggota Cabang [RUAC] ke- XXVII, PMKRI Cabang Jayapura, pada 26-30 Maret 2021 bertempat di museum Ekspo Waena, Kota Jayapura,” kata Mabel.

Sebagai ketua terpilih tidak bisa menjalankan roda organisasi itu sendiri, maka ia berharap keterlibatan dari seluruh anggota dan sahabat-sahabat kandidat yang bertarung sama-sama.

 

Untuk turut bangun PMKRI Cabang Jayapura kata dia, harus sesuai dengan visi-misi dan Semboyan PMKRI “Religio Omnium Scientiarum Anima” yang artinya agama adalah jiwa segala ilmu pengetahuan.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengkaderkan orang lain, dalam setiap individu, kelompok, bahkan organisasi agar regenerasi tetap hidup dan terlestari. Ketika kita jadi Pemimpin, harus juga  melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan, karenanya kami juga akan fokus juga pada kaderisasi,” tandas Mabel.

Ketua demisioner PMKRI cabang Jayapura, Wakol Yelipele, mengatakan PMKRI merupakan organisasi kepemudaan Katolik yang berfungsi sebagai organisasi pengkaderan, pembinaan dan organisasi perjuangan mahasiswa Katolik yang berasaskan Pancasila, dijiwai nilai-nilai Kekatolikan, dan disemangati semangat kemahasiswaan. 

 

Oleh karena itu, sebagai ketua demisioner berikan apresiasi kepada ketua mandataris RUAC periode 2021-2022 terpilih pada tanggal 30/03/202, bertempat di museum Ekspo.

Lanjutnya, sebagai organisasi pembinaan dan pengkaderan dikalangan mahasiswa yang berstatus sebagai anggota aktif dimiliki hak yang sama mengambil bagian, memberikan masukan, saran, kritikan, bertujuan untuk membangun PMKRI lebih maju daya bersaing diera global.

“Oleh sebab itu, kami berharap kepada mandataris RUAC agar melibatkan semua anggota dalam struktur kepengurusan tanpa adanya perbedaan suku, wilayah adat, dan keuskupan, serta parah tiga tiga calon bahkan tim pemenang yang turut bertarungan, pentingnya dilibatkan sehinga fraternitas tetap bertumbuh dalam perhimpunan,” kata Wakol.

Ia mengharapkan, pengurus harian harus mengakomodir anggota yang pernah mengikuti proses pembinaan formal yang berjenjang baik MPAB, MABIM, dan LKK, bahkan tidak ada jabatan di dalam organisasi manapun sehinga benar-benar terfokus kepercayaan dari mandataris untuk merealisasikan program dalam kepengurusan.

“Kader PMKRI tidak hanya seperti kader musiman yang datang disaat pemilihan atau kegiatan-kegiatan serimonial kemudian hilang muka, tetapi semua kegiatan turut terlibat mengambil bagian sehinga, benar-benar terdidik dan terproses keluar dari pmkri siap mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat,” pungkasnya. [*]

Reporter  : Theresia F. Tekege

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *