PHP Dev Cloud Hosting

Garam Kristal Papua penting untuk sosialisasi

  • Bagikan

 

Nabire, [WAGADEI] – Garam Kristal Papua yang diproduksi oleh para siswa jurusan Geologi Tambang, SMK Negeri 3 Kota Jayapura mendapat tanggapan positif dari konsumen. Kali ini dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Deiyai, Papua, Yakobus Pigai.

 

Menurut Yakobus Pigai, sangat tertarik dengan garam Kristal papua yang dibuat oleh anak-anak Papua dari laut Papua. Pigai mengaku, sangat senang sekali dengan penemuan garam empat fungsi terapi, kristal, halus, dan piramit.

 

“Saya temui anak-anak Papua asal Meepago di jalan lintas Papua awal tahun 2021, mereka perkenalkan garam yang mereka buat. Ternyata mereka adalah siswa SMK Negeri 3 Kota Jayapura. Dari empat macam garam yang sudah ada, saya sarankan adik-adik bisa kasih penjelasan. Jadi saya sarankan penting untuk harus sosialisasi kepada masyarakat, itu supaya masyarakt mengetahui bahwa anak asli Papua buat garam dari alam Papua sendiri,” ungkap Yakobus Pigai belum lama ini di Siriwo, Nabire.

 

Ia juga menyarankan agar para produsen memberanikan diri untuk meminta pemerintah entah Provinsi Papua maupun Kabupaten dan Kota agar bisa membantu mensosialisasikan garam tersebut.

 

“Ini garam bermakna. jadi saya harapkan jangan hanya sebatas buat, dan promosi tapi sosialisasi lagi,” katanya.

 

Garam ini lanjut dia, lebih khsusnya terapi jika ada yang tertolong maka didokumentasikan video ataupun foto lalu dibagikan supaya orang yakin bahwa garam ini bisa.

 

“Jika demiakin di Republik ini akan tersebar sendirinya. Kalau kita diam-diam walaupun kita punya bakat, tapi tidak ada pembali, tidak ada tempat penjual,” ujarnya.

 

Ia berharap, ke depan garam tersebut bermanfaat bagi orang Papua, Indonesia bahkan dunia.

 

Salah satu siswa SMK sekaligus produser, Yulianus Magai mengatakan, emas di Nemangkawi buatan PT Freeport Indonesia bisa habis karena dibuat dari tanah.

 

“Tapi garam krital Papua tidak akan habis karena kami buat dari air laut,” kata Magai.

 

Iapun berharap, garam tersebut bisa dikonsumsi oleh orang asli Papua di atas tanah Papua. Pasalnya garam tersebut hasil alam Papua yang dikelola oleh anak Papua sendiri.

 

“Jika ini tidak dirasakan dan dikonsumsi oleh kita OAP, maka hasil alam kita akan sia-sia,” ujanya.

 

Reporter: Yulianus Magai

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *