Tokoh pemuda Papua layangkan surat terbuka untuk Wagub Papua

  • Bagikan

Kepada Yang Terkasih,

Bapak Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE.,M.Si

 

Di – Dok II Jayapura

 

Syallom!

Dengan Hormat,

 

Berhubung dengan pernyataan Wabup Papua, Bapak Klemen Tinal, ‘Menyetujui Rencana Pemekaran Provinsi Papua Tengah. Kami, mau tanya dengan beberapa pertanyaan;

 

1. Syarat atau indikator apa yang bapak Klemen Tinal pakai untuk menyetujui rencana pemekaran wilayah Provinsi Papua Tengah?

 

2. Atau hanya sekedar alasan membuka lapangan kerja, karena banyak sarjana orang asli Papua menjadi OPM, seperti yang dikatakan Bupati Mimika yang mulutnya penuh lancang itu?

 

3. Ataukah Bapak Klemen Tinal, pura-pura lupa dengan seratusan lebih organisasi atau LSM di Papua, yang sudah menolak Otsus jilid II dan pemekaran wilayah itu?

 

4. Ataukah, Bapak Klemen Tinal mau perpanjang penderitaan rakyat Papua, selama 58 tahun lebih ini?

 

5. Ataukah Bapak Klemen Tinal sengaja membuka lapangan kerja agar Bapak undang para transmigran asal Jawa datang menguasai di tanah Papua?

 

6. Ataukah nafsu apa yang merasuki Bapak Klemen Tinal membuat pernyataan yang menyakiti hati rakyat Papua ini?

 

7. Dalam hal ini, kami tidak bermaksud mengajak bapak Klemen Tinal untuk berpikir tentang OPM atau mendukung menolak DOB, itu bukan esensi dalam surat terbuka ini.Yang kami kesalkan itu, bapak Klemen Tinal sebagai orang nomor dua di Papua yang memahami persoalan dan keadaan sosial-politik di Papua, harusnya jujur dan realistis mengambil keputusan terhadap semua aspirasi rakyat Papua.

 

Oleh karena itu, solusi yang kami sarankan;

 

1. Bangun dan urus kedua Provinsi Papua dan Papua Barat yang sudah ada saja dulu.

 

2. Bangun 29 Kabupaten/Kota yang sudah ada dengan serius dan benar.

 

3. Caranya; perbaiki etos kerja yang baik, jauhi mental koruptif, berantas ASN yang watak pungli (pungutan liar), tertibkan pelayanan publik yang tidak terlalu ribet, berantas penjualan miras yang liar, libatkan dan berikan pekerjaan penuh kepada kepala OPD, eselon dan staf agar merasa ber tanggungjawab dalam melayani rakyat, berhenti dan buang gaya urus pemerintah model satu pintu, bikin kebijakan untuk kepentingan publik bukan untuk kepentingan parsial (diri sendiri), bupati dan gubernur berhenti bersikap otoriter (tidak mau menerima kritik), perhatikan kesejahteraan masyarakat yang paling utama, seperti lampu listrik, air bersih dan transportasi umum, betulkan dan perbaiki aspek yang paling penting, kesehatan, pendidikan dan ekonomi bahkan masih banyak aspek lain yang mesti diperhatikan dan diperbaiki.

 

4. Ketika point 3 itu benar-benar dilakukan dan dipraktekkan, kami yakin 100% tidak ada orang Papua lagi yang minta-minta Pemekaran Wilayah, karena dari hasil penelitian kami, mereka yang minta-minta Pemekaran Wilayah adalah mereka yang kalah politik saat pemilu, haus akan kekuasaan, nafsu jabatan dan kelompok yang hanya mau pemperkaya diri sendiri.

 

5. Demikian, surat terbuka ini dibuat atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih. Tuhan Memberkati!

 

Hobokhouw, 30 Maret 2021.

Tertanda,

 

Maiton Gurik, S.I.Kom.,M.Sos

(Rakyat Papua, suka otak-atik Status Quo, asal Kabupaten Lanny Jaya)

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *