Uji sertifikasi, kebutuhan utama bagi tenaga konstruksi OAP

Pemda wajib sediakan paket kerja

 

Jayapura, [WAGADEI] – Sertifikat kompetensi kerja merupakan tanda bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi. Setiap pengguna jasa dan penyedia jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat kompetensi.

 

Oleh karenanya, Balai Jasa Kontruksi Wilayah VII Jayapura bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Kamar Adat Pengusaha Papua (BPD KAPP) se Meepago melaksanakan uji sertifikasi bagi tenaga konstruksi yang dipusatkan di Nabire, Kamis, (25/3/2021).

 

“Sertifikat kompetensi kerja ini diperoleh melalui uji kompetensi standar yang dilaksanakan lembaga sertifikasi profesi. Lembaga sertifikasi profesi dapat dibentuk oleh asosiasi profesi terakreditasi dan lembaga pendidikan dan pelatihan,” kata Wahyu, salah satu trainer.

 

Ia menambahkan, apabila daerah bekerja sama maka pihaknya di Balai siap membuka kesempatan bagi tenaga konstruksi asli Papua.

 

“Pemda masing-masing harus kasih kesempatan kepada anak asli. Selanjutnya meningkatkan kualitas kerja bagi anggota pengusaha,” katanya.

 

 

 

“Di satu sisi pemerintah wajib menyediakan anggaran dan di sisi lain pemerintah melakukan pengawasan terhadapnya. Paket proyek untuk usaha kecil hanya mensyaratkan sertifikat kompetensi kerja dalam bentuk sertifikat keterampilan kerja untuk tenaga terampil. Usaha kecil tidak mensyaratkan sertifikat keahlian,” ungkapnya.

 

BPD KAPP Kabupaten Dogiyai Arnoldus Iyai mengatakan, kesempatan ini adalah momen luar biasa untuk para pengusaha asli Papua dari wilayah adat Meepago bisa partisipasi demi meningkatkan mutu jasa konstruksi itu sendiri.

 

“Karena itu kami memfasilitasi konstruksi Orang Asli Papua (OAP) di Dogiyai sebenarnya 11 orang ikut uji sertifikasi ini,” ujar Arnoldus Douw.

 

 

Menurut dia, BPD KAPP Kabupaten Nabire menjadi tuan rumah untuk merampung seluruh pengusaha asli Papua wilayah Meepago. Pihaknya dari Dogiyai juga turut ikut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan seperti ini membangun dan sangat bermanfaat bagi tenaga kerja jasa,” kata Arnoldus Douw kepada Jubi dibalik selularnya, Jumat, (26/3/2021).

 

Menurut dia, kegiatan seperti itu merupakan suatu kebutuhan mendasar bagi tenaga Jasa Konstruksi.

 

“Kami dari Dogiyai ada 11 kontruksi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bermanfaat ini,” ujarnya.

 

Ia berharap, dukungan moril maupun material sangatlah penting terutama meningkatkan kerjasama yang lebih harmonis. Sebab kata dia, pengusaha asli Papua setelah masing-masing kabupaten tiada tempat lagi.

 

“Maka itu pemerintah kabupaten di wilayah adat Meepago tetap membekap dan memberdayakan dalam dinamika pelatihan maupun paket kerja,” katanya. [*]

Reporter: Abeth A. You

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares