Mahasiswa Deiyai Manokwari miliki BP Baru, ini Pesan Kepada Pemda

 

Manokwari, [WAGADEI] – Ketua Ikatan Mahasiawa Pegunungan Tengah( IMPT ) Manokwari, Darius Gobai melantik badan pengurus baru kordinator wilayah kabupaten Deiyai kota studi Manokwari, Papua Barat.

Pengurus fungsional utama masa bakti 2021/2022 yang dilantik  di Ketuai Frans Uti, Sekretaris Yulianus Badii b dan Bendahara Yulianus A,bertempat di Aula Asrama Deiyai Manokwari, Selasa, [03/23/2021].

Usai pelantikan, badan formatur pemilihan badan pengurus baru, Gabriel Pekei meminta sinergis kerja sama yang baik antara pengurus dan pemerintah kab Deiyai.

 

“Hak-hak mahasiswa yang akan BP ajukan ke PEMDA, harus percaya karena organisasi ini legal bukan abal abalan,” Kata Pekei kepada Wagadei.com.

lanjutnya, ” Pemerintah Daerah jangan melihat latar belakang marga, tetapi harus tahu filosofi kehidupan orang mee yang ada di wilayah  meeuwodidee  yang mewarnai semua marga.”

 

Ditempat yang sama  , Alumni mahasiswa Deiyai Manokwari Jefri Giyai mengharapkan, lembaga legislatif  dan  eksekutif harus memonitor aset-aset masa depan Deiyai yang menimba ilmu di Papua Barat.

 

“Saya melihat sejumlah berkas administrasi di lokasi pembangunan asrama belum ada, sehingga bulan februari lalu ada oknum yang datang negosiasi,” kata dia.

Ia melanjutkan,” lokasi ini kami sudah bayar dan punya sertifikat,  maka ade ade mahasiswa segera hubungi Pemda Deiyai supaya kita  selesaikan pembangunan  dengan secepatnya. saya tunggu sampai bulan juni mendatang jika tidak saya meratakan asrama dengan eskapator.”

 

” Saya sendiri tahun 2018/2019 pernah mengajukan proposal untuk pembangunan pemagaran asrama Deiyai di Manokwari, tetapi sampai saat ini belum ada  respon dari Pemda Deiyai  maka, mohon Pemda akomodir pembangunan ini dengan anggaran yang sudah ada,” Kata Giyai.

 

Ketua terpilih Fran Uti yang sebelumnya menjabat ketua asrama Deiyai Manokwari juga membenarkan hal itu, ia berharap kedepan pengurus inisiatif bekerja sama dengan pemda deiyai untuk menyelesaikan pembangunan asrama yang tertunda.

 

“Ada orang pendatang satu mendatangi kami dan sampaikan tetapi kita beruntung dia tidak gusur asrama hingga hari ini dan ia beri kesempatan untuk hubungi ke pemda Deiyai hingga juni 2021 mendatang,” kata uti.

dalam waktu dekat, kami ami mahasiswa bersama kepala suku di manokwari bersikap,  akan ke  Deiyai menemui  mendesak pemerintah daerah Deiyai untuk segera anggarkan dana pembangunan Asrama Deiyai di Manokwari.

 

Reporter : Yosea Dou

Editor      : TFFT

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares