TNI masih ‘buta warna’ terhadap warga sipil di Intan Jaya

  • Bagikan

 

Jakarta, [WAGADEI] – Banyaknya anggota TNI yang didatangkan dari Jakarta ke Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya dinilai belum memahami karakteristik warga dan antropologi serta geografis daerah. Akibatnya TNI menembak mati secara sembarangan.

 

Hal itu diungkapkan Koordinator Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika, Papua, Saul Wanimbo, bahwa anggota Tentara Nasional Indonesia gagal mengenali warga Papua secara baik.

 

“Anggota TNI ini punya kesulitan identifikasi orang Papua secara baik, bahkan mungkin mereka gagal,” ucap Saul melalui diskusi daring pada Sabtu, 20 Maret 2021.

 

Buntutnya, kata Saul, anggota TNI kerap menembak sembarang orang. Ia mengatakan jika ada warga sipil Papua yang ditemukan tengah berada di hutan seorang diri, maka besar kemungkinan akan ditembak.

 

“Ini di tempat macam ini tidak ada hukum. Mereka (anggota TNI) menjadi hukum,” ujar Saul.

 

Penembakan warga sipil oleh anggota TNI kembali terjadi. Pada 16 Maret 2021, tiga warga Papua bernama Janius Bagau, Sulaeman Soni Bagau dan Yustinus Bagau, tewas setelah ditembak aparat.

 

TNI menyatakan ketiga warga yang ditembak merupakan anggota kelompok bersenjata yang berusaha merampas senjata aparat. Sehingga aparat menembak ketiganya hingga tewas.

 

Pernyataan TNI pun dibantah Saul. Janius dan dua orang lainnya adalah warga biasa. “Dia sudah dinyatakan sebagai warga biasa oleh pastor dan Bupati Puncak Jaya, Intan Jaya,” kata dia. [*]

 

Sumber: Tempo

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *