Sikapi perubahan zaman, Dapuwamo se Nabire gelar diskusi

  • Bagikan

 

Nabire, [WAGADEI] – Dalam menyikapi perkembangan zaman dan era globalisasi khususnya dikalangan pemuda. Puluhan generasi muda suku Mee yang tergabung dalam Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa asal Daaba, Pugatadi, Waniiwo dan Mogou [Dapuwamo] di Kabupaten Nabire menggelar diskusi bebas dengan topik perkembangan teknologi; masa perubahan ekonomi dan budaya.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, [20/3/2021] di salah satu pantai wisata.

 

Oyan Keiya, salah satu pemateri mengatakan, diskusi bebas tersebut bermaksud untuk menghasilkan berbagai gagasan, pemikiran yang konstruktif, inovatif dan solutif untuk menegaskan peran generasi muda.

 

“Setelah kami ikuti zaman , ada perkembangan kebiasaan yang luar biasa sajak orang tua kita zaman dahulu di Dapuwamo. Sehingga kami dimintai oleh zaman untuk diskusi, jadi setiap orang wajib mengemukakan pendapat,” kata Oyan Keiya.

 

Pihaknya juga membahas sejumlah perubahan-perubahan di sisi kebudayaan, dan ekonomi lokal atau pedesaan di Dapuwamo.

 

“Jadi kami mendiskusikan terkait tanda-tanda ajaib baik dan tidak baik yang terjadi di zaman dahulu [tete nenek moyang] di Wanii Didee atau Dapuwamo. Juga kami diskusi tentang kebiasaan berkomunikasi orang Dapuwamo zaman dulu dan sekarang di Wanii Didee, hingga zaman teknologi informasi dan komunikasi yang besar dalam cara berkomunikasi,” ungkapnya.

 

Salah satu pemateri, Melian Dumupa juga memaparkan perubahan berbusana adat ke pakaian modern yang dinilai tatanan kehidupan masyarakat adat semakin terkikis habis.

 

“Masyarakat Wanii Didee sebelumnya berbusana [koteka], tapi sekarang mulai mengubah cara berpakaian modern tapi tidak beraturan. Sisi ini gaya hidup orang Wani Didee dahulu dan sekarang berbeda,” katanya.

 

Ia juha menyinggung kebiasaan buruk yang ada di dalam orang Wani Didee yakni saling simpan dendam jika terjadi suatu peristiwa. “Simpan dendam ini yang tidak baik, itu bukan budaya kita,” ucapnya. [*]

 

Reporter: Martinus Dumupa

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *