Panitia Natal RPM SIMAPITOWA lokal di Nabire resmi dibubarkan

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Panitia perayaan Natal Rumpun Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswi Siriwo Mapia Piyaiye Topo dan Wanggar [RPM SIMAPITOWA] lokal di Nabire tahun 2020 resmi dibubarkan. Acara pembubaran dilaksanakan sekretariat IPMADO Nabire, Jumat, [19/3/2021].

Pada kegiatan itu dihadiri puluhan intelektual dari RPM SIMAPITOWA, perwakilan pengurus IPMADO Nabire, pengurus RPM SIMAPITOWA Lokal Nabire serta puluhan anggota RPM SIMAPITOWA juga para orang tua dan simpatisan lainnya.

 

Pihaknya mengusung tema; ‘apa yang kita tanam saat ini, itulah yang akan menuai’.

Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah singkat yang dibawakan Pdt. Otto Tigi selaku kepala sekolah “Michelson” Teologi Atas (STA) Mapia. Pendeta Otto menyampaikan, dalam pemberitaan Injil menjelaskan tiga bagian yakni Yesus adalah gembala, Yesus adalah Jalan dan Yesus adalah Hidup.

Riko Butu selaku senior didampingi Yohana Mote, Yudas Magai dan Dionus Tigi mengaku bangga dan mengapresiasi kepada ketua dan anggota panitia yang telah menyukseskan perayaan Natal 2020 kemarin.

“Sebab banyak orang berpikir bahwa sebuah kepercayaan itu biasa-biasa saja, namun orang yang pegang kepercayaan seperti ini sangatlah susah. Banyak hal yang ditinggal sepertinya lupa makan, lupa makan dan hal lainnya. Kami apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Riko Butu.

Riko mengatakan, ketika mahasiswa sukses dari pendidikan pasti akan pulang ke daerah untuk membangun negeri karena itu dalami pengetahuan sesuai jurusan atau memiliki suatu keterampilan.

“Orang tua hanya tahu bahwa sarjana yang telah selesai adalah semua jurusan dia bisa laksanakan, padahal hanya satu jurusan yang dipelajari pada saat kita menempuh pendidikan . Maka, mari bergabung dalam organisasi sebab melalui organisasi kita bisa bersama apa saja,” katanya.

Ketua badan pengurus RPM SIMAPITOWA Manoa Mote mengatakan, bergabung dalam organisasi bisa mengenal sesama yang awalnya tak mengenal.

“Ini dari Siriwo itu dari Mapia dan kita bisa berdiri depan banyak orang , bisa memimpin dan hal lain juga,” kata Mote.

Yohana Mote, salah satu tokoh perempuan SIMAPITOWA di Nabire mengatakan, perempuan yang sedang menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, SMA maupun perkuliahan jangan anggap tak bisa meraih cita-cita.

 

“Jangan pikir saya ini seorang perempuan jadi tidak mampu memimpin, dan tidak bisa lakukan hal yang laki-laki lakukan. Itu tidak benar, tugasnya laki-laki adalah mencari nafkah atau menutupi keperluan keluarga, sedangkan perempuan ialah mendidik anaknya sendiri,” kata Mote.

Ia mengajak kepada kaum perempuan fokus untuk belajar berorganisasi. [*]

 

Reporter: Musa Dumukoto

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *