Ikuti maunya Roh Kudus, GIDI Jemaat Efata Kota Raja Jayapura ditahbiskan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Gedung Gereja Injili di Indonesia [GIDI] Jemaat Efata Kota Raja Jayapura resmi ditahbiskan pada Jumat, [19/3/2021]. Tema yang diusung “Segala Sesuatu Dari Tuhan dan Untuk Kemuliaan Tuhan terambil dari kitab” (Roma 11: 36).

 

Pdt. Yusman Kogoya dalam khotbahnya mengatakan ikuti maunya Roh Kudus, jangan melawan kehendak-Nya. Pasalnya setiap orang yang melawan Roh Kudus akan bentrok.

 

“Hampir semua orang tua mengatakan pembangunan tidak sesuai warna gereja GIDI, tetapi saya mau sampaikan GIDI harus mengikuti perkembagan zaman untuk menangkan jiwa yang terhilang. GIDI tetap menggunakan doktrin dan Alkitabiah, tetapi warna gereja dan metode pelayanan gunakan sesuai perkembagan zaman hari ini,” kata Yusman Kogoya.

 

GIDI kata Kogoya, lahir di kampung tapi pelayanan telah mendunia. Sehingga ia mengajak mengikuti mau Roh Kudus, bukan mau manusia.

 

“Syukur bagi dia, semua yang di dunia ini milik Tuhan Yesus, yang bergerak bahkan tidak bergerak, semua milik dia.

Apa yang mau kita buat untuk Tuhan, kita hanya bisa bersyukur kepada dia karena segala sesuatu dalapat dilakukan karena dia,” katanya.

 

Umur GIDI kata dia, baru memasuki 58 tahun tetapi Pelayanan GIDI sudah mendunia.

 

“Jangan banga dengan posisi, jabatan uang tetapi banga punya Allah karena dialah segala-galanya,” katanya.

 

Ketua panitia pembangunan GIDI Efata Kota Raja Kenius Kogoya mengatakan, pihaknya membangun gereja tersebut sejak tahun 2005 dan selajutnya panitia pembangunan gedung gereja dibentuk pada tahun 2013.

 

Menurut dia, usai mendapatkan lokasi tahun 2017 barulah meletakan batu pertama pembagunan Gereja.

 

“Proses gereja ini dibangun sembilan bulan ketika dana sudah ada,” kata Kenius Kogoya.

 

Gereja itu kata dia, hadir intuk mempersiapkan para mahasiswa secara karakter dan moral, sehingga mereka selesai menimbah ilmu di kota ini siap dipakai.

 

“Itu tujuan gereja, karena sebagian besar adalah mahasiswa dan pelajar,” ucap Kenius.

 

Menurut dia, Jemaat tetap adalah sebanyak 180 jemaat itu sudah termasuk anak-anak dan pemuda. Sehingga, bagi siapa saja mau datang beribadah terbuka untuk umum.

 

Ia mengucapkan semua pihak yang membantu dalam pembangunan gedung Gereja sehingga kini dilakukan pentabisan.

 

“Terutama kepada Gubernur Papua, pak Lukas Enembe telah membantu sebesar Rp 4 miliar dan semua kader GIDI,” katanya.

 

 

Ia menambahkan, gereja tersebut dibangun sekaligus dengan rumah gembala, rumah wakil gembala, ruang sekolah minggu, dan rumah pastori.

 

“Kami bangun dengan dana Rp 9.221 miliar,” katanya.

 

Gubernur Prov Papua yang diwakili oleh staf ahli bagian SDM Elsye Rumbekwan dalam sambutan tertulis Gubernur papua mengatakan utamakan penginjilan karena melalui penginjilan semua jiwa dapat diselamatkan.

 

Dalam kesempatan itu dihadiri oleh mewakili Gubernur Provinsi Papua Staf ahli bagian SDM, Bupati Mamberamo Tengah, Bupati Puncak Jaya, Bupati Puncak, para tamu undangan lainnya dan seluruh umat GIDI Klasis Port Numbay dan Klasis Pantura.

 

Mewakiki kader GIDI, Ricky Ham Pagawak mengatakan pembagunan gedung Gereja dilakukan karena atas dasar Firman Allah perintah Tuhan, gembala mengijili, Bupati siap membangung gedung gereja di seluruh tanah air. [*]

 

Reporter: Yas A. Wenda

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *