Salurkan bama kepada pengungsi, bukti KAPP Intan Jaya cinta rakyat

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Bukti kepedulian dan cinta terhadap rakyat Intan Jaya, terutama yang telah mengungsi ke Nabire lantaran konflik berkepanjangan, Kamar Adat Pengusaha Papua [KAPP] Kabupaten Intan Jaya akhirnya menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) kepada para pengungsi warga Intan Jaya yang berada di Kabupaten Nabire pada Rabu, (10/3/2021).

Ketua KAPP Intan Jaya, Henes Sondegau merupakan kerja keras pihaknya dan bantuan dari berbagai pihak selama dua bulan lebih guna mewujudkan motto KAPP yakni ‘mendata yang tidak terdata dan mengakomor yang tidak terakomodir’.

“Apa yang kami salurkan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap bapa, mama, kaka, dan adik-adik. Kami KAPP Intan Jaya tidak punya apa-apa, yang kami bantu ini adalah sumbangan dari orang-orang yang punya hati nurani untuk kemanusiaan, terutama bapa, mama, saudara-saudari terkasih di tempat ini,” ujar Henes Sondegau ketika menyerahkan bama kepada pengungsi di Jayanti, Nabire.

Sondegau mengatakan, pihaknya memulai mendistribusikan dari kampung Waroki sebanyak 260 lebih orang, selanjutnya di Jayanti sebanyak 500 lebih warga, kampung Gerbang Sadu Wadio sebanyak 100 warga.

“Lalu kami juga salurkan bama di depan SD St. Petrus Nabire atau Karang Timur lalu berakhir di Karang Mulia,” ucapnya seraya menambahkan setiap titik pihaknya menurunkan beras dan supermi.

 

“Mereka yang bantu kami sebanyak 26 orang berupa beras, supermi dan uang tunai. Untuk itu, kami ucapkan banyak terima kasih kepada mereka,” kata dia.

 

Menurut dia, warga Intan Jaya memiliki semangat kerja sehingga peredaran perekonomian amat dirasakan di kalangan masyarakat. Namun, setibanya konflik berkepanjangan justru warga tidak bisa beraktivitas seperti berjualan untuk hidup perekonomian lokal.

 

“Nah, di sini KAPP punya bidang perekonomian. Jadi begini ekonomi mati, kami juga turut merasakan dampak kematian perekonomian itu. Makanya, kami turut membantu masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, KAPP juga miliki misi membangun ekonomi dari dusun, menata pembangunan dari kampung kota. “Jadi yang kami kerjakan ini sesuaikan dengan motto kami,” ungkapnya.

 

Oneas Bagau, salah satu pengungsian mengungkapkan banyak terimakasih atas bantuan dari KAPP.

 

“Terimakasih adik-adik, kalian adalah intelektual Intan Jaya yang punya niat tinggi untuk lindungi semua warga yang sudah mengungsi ke Nabire,” kata Bagau.

 

Ia menegaskan, pihaknya menolak apapun bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi Papua dan pemerintah pusat.

 

“Kami tidak minta dikasih makan dari pemerintah, kalau dari pihak lain termasuk KAPP itu kami terima. Yang kami mau dari pemerintah itu amankan Intan Jaya dulu, bukan kasih-kasih makanan atau bantuan apapun,” katanya. [*]

 

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *